Follow detikFinance
Selasa, 17 Apr 2018 17:02 WIB

Hipmi Gandeng Alfamart dan Indomaret Bikin Umat Mart

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari Foto: Tim Infografis: Nadia Permatasari
Jakarta - Umat Mart atau Ummart akan hadir di banyak pesantren di Pulau Jawa. Ritel modern ini juga akan menggandeng ritel yang sudah lebih dulu populer yaitu Alfamart dan Indomart.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Bahlil Lahadalia menjelaskan, di tengah isu lesunya sektor ritel dengan banyaknya ritel-ritel besar yang berguguran, pengusaha yang tergabung dalam HIPMI justru melihat peluang usaha baru di sektor ini ditandai dengan bakal dibuatnya toko ritel di pesantren.

"Ummart ini yang langkah awalnya ini basisnya di pesantren. Para santri yang butuh belanja sabun segala macam ini jadikan toko kios, yang dikelola secara profesional. Kita gandeng Indomaret (dan) Alfamart harapan kita selain melakukan aktivitas bisnis menjadi manajemen yang baik harapan kita santri ini bisa dakwah sambil dagang," ungkap dia kepada detikFinance, Senin (16/4/2018).

Konsep Umat Mart ini berawal dari pelatihan kewirausahaan yang dilakukan HIPMI pada para mahasiswa dan siswa SMK melalui Hipmi goes to campus dan goes to school di tahun 2015. Kemudian di tahun 2018 pihaknya berusaha mewadahi kebutuhan praktik bisnis dari para santri di kawasan Pulau Jawa untuk belajar bisnis tanpa menganggu pendalaman ilmu agama dengan dengan skema retail modern yang ditempatkan di pondok pesantren.


"Di tahun 2018 ini kita punya program HIPMI go to pesantren, ini kita lakukan karena sudah selesai (program) di perguruan tinggi dan sekolah kini masuk ke pesantren. Kita punya bayangan pesantren punya wadah mulai untuk belajar ilmu agama sampai bisnis. Dari program Hipmi goes to pesantren kita punya produk program namanya Ummart," jelas dia.

Bahlil menjelaskan, dari produk hasil program Hipmi goes to pesantren nantinya Hipmi akan dibentuk PT dari orang orang Hipmi yang akan mengelola secara profesional Ummart sebagai jaringan bisnis dan juga inkubasi dari pelatihan wirausaha para santri.

"Kan kalau sudah ada Hipmi dan santri yang mengelola. Kalau mereka (santri) punya produk (kerajinan) lagi mereka tidak usah pusing cari market cukup jual di Ummart," papar dia.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed