Follow detikFinance
Jumat, 20 Apr 2018 18:32 WIB

Petani Sawit di Siak Mengadukan Masalah Lahan ke Menteri ATR

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Febri Angga Palguna Foto: Febri Angga Palguna
Siak - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil membagikan sertifikat untuk 1.000 bidang tanah di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (20/4/2018).

Sofyan Djalil mengenakan sarung songket khas Siak berwarna hitam dan sulaman benang emas dipadu ikat kepala khas Siak. Bagi-bagi sertifikat itu adalah Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Sofyan sempat menjelaskan kepada perwakilan warga penerima sertifikat halaman mana saja yang menuliskan mengenai luas lahan dan penjelasan kepemilikan lahan.

"Baru saja kita laksanakan Program Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat sebanyak 1.000 bidang tanah. Di mana telah saya serahkan langsung kepada 12 orang perwakilan masyarakat yang berasal dari Kabupaten Siak," ujar Sofyan di Siak, Riau, Jumat (18/4/2018).

Di sela sela acara, ada seorang pria yang menyapa Sofyan dan menyerahkan dokumen dengan cover mika biru.

"Maaf pak, saya salah satu warga Siak, saya ingin menyerahkan ini," kata pria tersebut

Sofyan pun langsung menerima dokumen tersebut.

"Oh iya nanti saya baca," kata Sofyan Djalil sambil memberi salam kepada Ridwan sambil berlalu.


Saat dikonfirmasi pria tersebut adalah Ketua Koperasi Petani Sawit Dayun Sukses Maju Bersama Ridwan Pakpahan di desa Dayun, Kabupaten Siak Provinsi Riau.

Dalam penjelasannya Ridwan menjelaskan ada 800 kepala keluarga di Dayun yang saat ini begitu bergantung pada hasil perkebunan sawit. Warga sempat bersengketa dengan PT RAPP yang mengklaim konsesi di lahan sawit mereka.

"Sebagian warga malah sudah memiliki sertifikat, tapi ada juga yang belum. Di berita sebelumnya Desa Dayun ada sekitar 600 kepala keluarga kan, sebenarnya ada 800 kepala keluarga di sana," kata Ridwan kepada detikFinance, Jumat (20/4/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, para petani sawit dari Desa Dayun berjuang untuk mempertahankan lahan mereka. Mulai dari mendatangi pemerintah daerah setempat, Pemerintah Provinsi Riau, DPRD, hingga DPR.


Mereka juga mencari bantuan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). KLHK segera merespons dengan meminta PT RAPP menghentikan aktivitas di lahan sawit masyarakat Dayun.

Para petani Sawit di Dayun meminta pemerintah menolong mereka dengan memberikan sertifikat hak milik sehingga keamanan dan kenyamanan mereka mengolah lahan sawit terjamin. Apalagi saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar membagi-bagi sertifikat tanah ke masyarakat.

"Mudah-mudahan Pak Presiden untuk menyelesaikan masalah kami ini. Kalau sudah selesai nanti permasalahan ini kan otomatis kita berusaha nggak was-was. Kemudian kita pun aktivitas kita dengan kawan-kawan nggak takut lagi berusaha itu," tutur Ikhwan Rosadi, salah satu petani sawit Desa Dayun, Siak. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed