CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Agu 2018 13:59 WIB

Jokowi Beri Insentif Pajak untuk Industri Otomotif, Ini Daftarnya

Andhika Prasetia - detikFinance
Presiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: Ari Saputra Presiden Jokowi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pameran otomotif tahunan, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam sambutannya Jokowi mengatakan pemerintah mendukung pengembangan industri otomotif.

Salah satu bentuk dukungan itu melalui pemberian insentif pajak.

"Pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk industri otomotif tax holiday yang lebih agresif, tax allowance. Super deduction kegiatan perusahaan untuk vokasi bisa dipotong 200% dari penghasilan yang kena pajak, tapi ini masih dalam kajian di Kemenkeu (Kementerian Keuangan)," ujar Jokowi di acara GIIAS, ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).


Di sisi lain Jokowi meminta para pelaku industri otomotif keluar dari zona nyaman. Maksudnya harus terus dinamis kerja keras untuk meneruskan dan menerapkan inovasi yang diperlukan.

Jokowi menyebut salah satu inovasi itu adalah Alat Multiguna Pedesaan (Amdes).

"Saya menyambut baik inovasi Amdes yang hari ini akan kita luncurkan. Ini satu jenis tapi kaitan dengan industri hulunya sangat banyak. Dilaporkan lebih dari 70 industri komponen dalam negeri siap jadi pemasok komponen Amdes," kata Jokowi.


Dia menambahkan pelaku industri otomotif perlu mencermati perkembangan mobil listrik. Jokowi mengatakan perkembangan mobil listrik diawali Elon Musk dan kini semakin meluas.

"Ini Fenomena yang dimulai Elon Musk dengan produk mobil listrik Tesla. Dulu Tesla masih merupakan barang langka yang eksotis, dengan semakin banyak negara adopsi mobil listrik tren dunia semakin jelas dunia beralih ke mobil listrik," ujar Jokowi.


Menurut Jokowi beberapa negara sudah berkomitmen mengembangkan mobil listrik. Prancis dan Inggris contohnya.

Kedua negara tersebut akan melarang penjualan mobil non listrik mulai 2040. Selain itu, China sudah mengumumkan akan menjadi negara terdepan dalam pengembangan mobil listrik. (dkp/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
Breaking News
×
Putusan Sengketa Pilpres 2019
Putusan Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya