Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 03 Sep 2018 12:56 WIB

Dolar AS Masih Tinggi, Harga Kedelai Bahan Baku Tempe Naik

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap rupiah. Kondisi ini memicu lonjakan harga produk impor, contohnya kedelai yang menjadi bahan baku tempe.

Arifin, salah satu perajin tempe dan tahu di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat mengatakan harga kedelai naik Rp 200. Kedelai kualitas super Rp 8.000 naik menjadi Rp 8.200, Kualitas 2 dari Rp 7.600 naik jadi 7.800.


Kualitas 3 dari Rp 7.400 naik jadi Rp 7.600, dan kualitas 4 dari Rp 7.300 jadi Rp 7.500. Menurut Arifin meski nilai tukar dolar AS fluktuatif, harga kedelai tak akan turun saat nilai tukar dolar AS melemah terhadap rupiah.

"Kan dolar itu ada naik turunnya, tapi si suplier ini jarang turunin harga. Kalau dolar lagi naik itu kedelai stok lamanya mereka langsung dinaikkan harganya. Kalau dolar turun mereka bilang kedelainya stok lama jadi harganya masih mahal," kata perajin tempe di kawasan Sentiong, Jakarta Pusat, Arifin kepada detikFinance, Senin (3/9/2018).


Meski harga kedelai naik, Arifin tidak menaikkan harga jual untuk pembelian eceran. Kenaikan harga hanya untuk yang membeli kiloan.

"Kalau dinaikkan itu paling yang beli kiloan, karena dia pun untuk dijual lagi. Kita naikkan Rp 600 sampai Rp 1.000 tapi itu juga susah. Kalau yang sudah lenjeran itu yang panjang kan itu bisa dipotong jadi 10-12 potong kalau dinaikkan susah," kata dia.


Selain itu, Arifin juga tidak beralih dari ke kedelai selain kualitas super, dan tidak mengurangi ukuran tempe. Alasannya untuk menjaga konsumen tidak beralih ke perajin tempe lain.

"Saya nggak bisa juga pindah ke kedelai yang kualitasnya di bawah, pembeli akan tahu karena tekstur dan harganya beda," kata dia

"Kalau kita kurangi ukuran itu kelihatan. Kalau nggak dikurangi aja berkurang apa lagi ukurannya dikurangi," tutur Arifin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) nilai impor kedelai Februari US$ 55,6 juta ton dengan volume 132.427 ton. Impor kedelai mayoritas dari AS.

Saksikan juga video 'Dolar Capai Rp 14.800, Harga Ponsel Masih Normal':

[Gambas:Video 20detik]

Dolar AS Masih Tinggi, Harga Kedelai Bahan Baku Tempe Naik
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed