Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Sep 2018 14:08 WIB

Ini yang Dikhawatirkan Pengusaha saat Dolar AS Menguat

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sudah tembus Rp 14.900, bahkan nyaris menyentuh Rp 15.000. Kondisi ini membuat pelaku industri berbahan baku impor khawatir.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan pelaku industri tekstil khawatir karena karena fluktuasi nilai tukar rupiah terjadi dengan begitu drastis.

"Sebetulnya yang kita khawatirkan itu adalah fluktuasi ini spread-nya terlalu jauh, naik turun, naik turun, naik turun, nggak jelas," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (5/9/2018).


Dia mengatakan yang paling terdampak penguatan dolar AS adalah industri tekstil yang masih mengandalkan pasar domestik. Sementara yang sudah ekspor tidak terganggu karena pendapatannya juga berupa dolar AS.

"Kalau naiknya terlalu tinggi tentu cash flow kita terganggu. Terutama pabrik yang berorientasi pasar dalam negeri. Tapi kalau orientasi ekspor nggak ada masalah karena dia dapatnya juga dolar," jelasnya.

Dia mengatakan, pelaku industri berharap nilai tukar rupiah bisa lebih stabil. Hal itu karena setiap terjadi perubahan nilai tukar akan berpengaruh terhadap berubahnya perhitungan modal yang dibutuhkan pelaku industri.


"Menyebabkan kalkulasi di dalam budget satu tahun kita jadi berubah, begitu juga marketing kita jadi berubah, karena costnya jadi berubah, termasuk cost listrik pun kan dikaitkan dengan dolar tarifnya," tambahnya.


Saksikan juga video 'Dolar Tembus Rp 14.900, Ini Permintaan DPR ke Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed