Follow detikFinance
Rabu, 12 Sep 2018 19:48 WIB

Bulog Klaim Tetap Serap Gula Petani Meski Ada Impor

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar memastikan akan tetap menyerap gula petani meski pemerintah telah memutuskan untuk mengimpor gula konsumsi tahun ini.

"Sudah 100 ribu ton lebih. Banyak, sudah ada 270 ribu ton lebih. Kita masih nyerap gula petani sesuai dengan penugasan itu dan terus berlanjut. Kalau dia giling berapa itu yang kita ambil," kata dia usai rapat dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Kantornya Gedung Ali Wardhana, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).


Ia menjelaskan dari 270 ribu ton, 140 ribu ton-nya merupakan gula sisa dari beberapa tahun lalu baru kemudian 130 ribu ton-nya merupakan gula baru yang baru diserap.

"Nggak sekitar 140 ribu ton sekian. Sekarang ini sudah ada 270 ribu. Kan itu yang sudah diserap sekitar 100 ribu ton lebih lah yang sudah kita serap petani. Jadi, bukan kita nggak menyerap loh, jangan salah. Begitu ada barang, sesuai penugasan kita beli. Nggak mungkin PTPN langsung bisa mengolah 500 ribu ton," jelas dia.



Sebagai informasi, pemerintah saat ini sudah menetapkan kuota gula konsumsi sebesar 1,1 juta ton. Produksi gula di dalam negeri masih 2,2 juta ton sementara konsumsi gula di dalam negeri per tahunnya mencapai 3,3 juta ton.

Dari kebijakan impor tersebut, Perum Bulog menganggarkan dana hingga Rp 7 triliun untuk menyerap gula petani. Rencananya, gula petani yang akan dibeli ada sebanyak 500 ribu ton dengan harga Rp 9.700/kilogram. Pemerintah diberikan waktu untuk menyerap gula petani hingga April 2019. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed