Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 26 Nov 2018 20:06 WIB

Laporan dari Islamabad

Kalahkan Malaysia, Sawit RI Kuasai Pasar Pakistan Sejak 2013

Arief Ikhsanudin - detikFinance
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom
Islamabad - Minyak sawit Indonesia sudah menguasai pasar Pakistan sejak 2013. Sebelumnya, impor minyak sawit Pakistan dikuasai oleh Malaysia.

"Persisnya setelah kita tanda tangan Preferential Trade Agreement atau PTA sejak 2013. Negosiasi cukup lama karena Pakistan minta (Jeruk) Kino masuk. Karena pangsa pasar (sawit) kecil, dulu hanya 20%. Kita minta Pakistan turunkan tarif impor. Sejak saya itu," ucap Duta Besar Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri di kantornya, Islamabad, Senin (26/11/2018).

Sebelumnya, sawit Malaysia menguasai 80% pasar Pakistan. Setelah itu, minyak sawit RI mampu membalikkan keadaan dengan menguasai pasar Pakistan.

"Setelah tarif diturunkan, dan kita overtake itu. Saat ini kita hampir 80%. Ini mudah merebut, tapi paling sulit dipertahankan," ucap Iwan.


Namun, saat ini ada masalah di kebijakan Punjab yang akan melarang minyak vanaspati ghee. Hal ini tentu akan berdampak pada pasar sawit Indonesia karena sebagian besar bahan baku vanaspati ghee adalah minyak sawit.

"Sebagian besar masyarakat menggunakan vanaspati ghee untuk masak. Teruntama kalangan menengah ke bawah. Selain itu, ada punya soal rasa," ucap Iwan.

Pemerintah Indonesia pun mulai melakukan komunikasi terkait masalah itu. Mereka berharap, ada solusi terkait masalah pelarangan ghee yang sama-sama menguntungkan.

"Mendorong pemerintah Punjab datang dan bertemu dengan mitra Indonesia. Sebenarnya isu kesehatan cukup beralasan," ucap Iwan.


Dalam kasus ini, vanaspati ghee dianggap tidak sehat karena proses hidronisasi. Sebaliknya, tidak ada masalah dalam kandungan minyak sawit.

"Mereka pahami aspek kesehatan, pelarangan bukan karena palm oil (minyak sawit). Palm oil sendiri diakui oleh para ahli disini," ucap Iwan.

Selain itu, Indonesia pun sedang mengembangkan vanaspati ghee yang berbahan baku 100% sawit. Setelah itu, hasil penelitian akan disampaikan.

"Industri minyak sawit mengembangkan ghee dari pure minyak sawit tanpa hidrogenisasi. Sedang dikembangkan dan akan disampaikan jika sudah selesai," ucap Iwan.


Tonton juga 'Keganasan Industri Sawit Ilegal di Hutan Kalimantan dan Papua':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed