Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Jan 2019 13:05 WIB

Mendag ke Pengusaha Baja: Jangan Sewenang-wenang Naikkan Harga

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengingatkan pengusaha baja di sektor hulu agar tidak seenaknya menaikkan harga ke pelaku usaha di sektor hilir.

Harga produk baja dalam negeri tak jarang dikeluhkan karena lebih mahal dibandingkan baja impor. Itu bisa membuat pelaku industri hilir lebih memilih impor ketimbang menggunakan baja buatan RI.

"Catatannya, industri hulu jangan sewenang-wenang, menaikkan harga seenaknya," kata Enggartiasto dalam acara peluncuran ekspor produk baja di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Jika terjadi hal seperti itu, pria yang akrab disapa Enggar itu akan memanggil para pengusaha baja tersebut dan mempertemukannya dengan pelaku usaha di sektor hilir.

Namun jika memang harga baja dalam negeri lebih mahal sedikit dibandingkan impor, Enggar meminta pelaku usaha sektor hilir tetap memilih produk lokal. Sebelumnya, Enggar sudah bertemu dengan para pengusaha membicarakan itu.

"Saya juga mengancam dalam pertemuan itu ada 6 perusahaan. Duduk adu jangkrik tentukan harga. Tak boleh keluar. Kalau harga beda sedikit harus ambil (baja lokal), kalau (harganya) beda banyak datang ketemu saya," jelasnya.


Meski demikian, Enggar menekankan bahwa pemerintah tidak berniat mematikan industri hulu baja dengan menjual dengan harga terlalu murah.

"Tidak ada kebijakan saya yang merugikan pengusaha. Pak Presiden pun akan tegur saya kalau itu terjadi," tambahnya.

Pernah diberitakan, Direktur Eksekutif Indonesian Iron and Steel Industry (IISIA) Hidayat Triseputro mengatakan, baja China sendiri bisa lebih murah 28% dari harga pasar. Baja murah ini yang membuat baja dalam negeri sulit bersaing.

Dia menjelaskan, baja China bisa murah karena Pemerintah China memberikan insentif berupa potongan pajak (tax rebate) bagi pengusaha yang melakukan ekspor.

Ekspor ini ditujukan kepada pengusaha yang mengekspor baja paduan (alloy). Baja paduan sendiri ialah baja khusus yang biasanya digunakan untuk rel kereta api, komponen alat berat, dan lain-lain.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed