Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Feb 2019 11:18 WIB

Jokowi Belajar di Kelas Kopi, Apa Saja Pekerjaannya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Biro Pers Setpres Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menjajal kelas kopi dalam salah satu festival keterampilan di Jakarta beberapa waktu lalu. Jokowi mengikuti pelajaran sensory skills yakni pelajaran mengenai cicip-mencicip kopi.

Salah satu pekerjaan yang harus dipelajari juga adalah Barista. Barista merupakan istilah yang akrab di telinga masyarakat. Istilah tersebut kerap disematkan untuk orang yang mengolah dan menyajikan kopi.

Di dalam 'dunia kopi' sendiri sebenarnya ada sejumlah istilah yang merujuk pada pembuat kopi.

Pendiri sekolah kopi First Crack Coffee Academy Evani Jesslyn menerangkan, dalam sekolahnya diajarkan sejumlah modul terkait kopi. Sebutnya, green coffee, sensory skills, roasting, brewing, dan barista skills.

Pertama, green coffee sendiri pelajaran terkait produksi kopi, dari petani, pedagang, hingga ekspor impor. Kedua, sensorry skills, berkaitan dengan icip-mencicip kopi atau yang melakukan evaluasi kopi.

Ketiga, roasting, yakni pelajaran mengenai memasak atau menyangrai kopi. Tukang masak ini dikenal dengan nama roaster.

"Lalu masuk modul ketiga, roasting, bagaimana optimalkan rasa yang ada di dalam kopi ini dengan roasting. Roasting pun kadang kelihatan mudah, masuk ijo keluar cokelat, di dalamnya terjadi banyak proses masak yang harus bisa jaga agar bisa konsisten, optimal," terangnya.



Keempat, brewing atau menyeduh kopi secara manual. Tukang kopi ini dikenal dengan nama brewer.

"Kelima itu kelas barista, itu pakai mesin, bagaimana sih membuat espresso yang baik, bagaimana membuat late art, cappuccino. Hal-hal itu dibahas kelas barista. Kalau definisi barista ada di modul ke lima bagaimana menggunakan mesin, ekstrak espresso, latte art, itu masuk yang barista," paparnya.

Sehingga, dia mengatakan, masing-masing 'tukang kopi' itu punya keahlian sendiri-sendiri.

"Barista belum tentu bisa jadi roaster, roaster belum tentu jadi barista. Kalau green kan lebih ke petani, petani kan belum tentu jadi barista kan. Dan barista belum tentu tahu cara proses pasca panen," tutupnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com