Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Feb 2019 12:47 WIB

Smelter Rp 14 Triliun Beroperasi di Sulawesi Tenggara

Sitti Harlina - detikFinance
Foto: Sitti Harlina/detikcom Foto: Sitti Harlina/detikcom
Kendari - Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meresmikan pabrik pengembangan, pengolahan dan pemurniaan nikel (Smelter) terbesar di Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (25/2/2019).

Smelter terbesar yang terletak di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe ini merupakan milik dari PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) yang sudah ada sejak 2014 dan memulai pembangunan smelternya sejak 2017 lalu di atas lahan seluas 2.253 hektar, dengan nilai investasi mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun (Kurs Rp 14.000/US$).

Kawasan industri ini pun merupakan bagian dari proyek strategis nasional sebagaimana diamanatkan dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.


Dalam sambutannya, Airlangga memberikan apresiasi kepada PT VDNI yang telah menyelesaikan pembangunan pada 15 lini untuk mendukung program pemerintah.

Menurutnya dengan kehadiran smelter PT VDNI maka mendukung pemerintah menciptakan iklim investasi. Selain itu, menurut Airlangg, industri smelter juga dapat didukung dengan penyediaan sekolah kejuruan.

"Bisa disediakan sekolah kejuruan, utamanya untuk logam dan baja sehingga mendukung hadirnya smelter di daerah," katanya.


Dia menambahkan smelter PT VDNI mendukung salah satu program Jokowi dan bisa menjadi salah satu pabrik smelter terbesar di Indonesia. Realisasi investasi PT VDNI saat ini meliputi pabrik pengecoran dan peleburan Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki kadar nikel antara 10 persen hingga 12 persen dengan jumlah produksi 15 tungku Rotary Kiln-Electric Furnance (RKEF) dengan kapasitas produksi NPI 600.000 hingga 800.000 metrik ton per tahun.

Gubernur Sultra, Ali Mazi juga mengatakan bahwa sebagai pemerintah daerah, pihaknya akan terus mendukung dan menyediakan apa yang dibutuhkan dari smelter.

"Jangan khawatir, untuk bahan bakunya kita akan upayakan untuk selalu memenuhinya. Bahan baku kita cukup melimpah," ujarnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com