Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 16:20 WIB

Bandara Kertajati bakal Layani Angkutan Kargo Mulai Juni

Soedirman Wamad - detikFinance
Foto: Istimewa/Humas PT BIJB Foto: Istimewa/Humas PT BIJB
Cirebon - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau bandara Kertajati akan melayani angkutan kargo pada Juni mendatang. Saat ini, BIJB tengah mengevaluasi persiapan secara fisik dan non fisik.

Airport Operation and Performance Group Head PT BIJB Agus Sugeng Widodo mengatakan BIJB telah membangun gudang kargo seluas 4.500 meter persegi. Gudang tersebut difungsikan untuk angkutan kargo domestik dan internasional.

"Realisasinya (angkutan kargo) Juni. Mei ini kita berproses, menyiapkan dan mengevaluasi semuanya," kata Agus usai kegiatan focus group discussion di aula KPP Bea dan Cukai Cirebon, di Jalan Wahidin Kota Cirebon, Jabar, Kamis (2/5/2019).


Seperti diketahui, dari 11 rute penerbangan yang sempat beroperasi di BIJB, tersisa satu rute penerbangan yakni Kertajati-Surabaya. Agus mengatakan BIJB tengah berupaya untuk memaksimalkan penerbangan melalui haji, umroh, dan kargo.

"Kargo ini kita bahasa dengan seluruh pengusaha dan pihak bea cukai. Ya, bea cukai akan menginstruksikan pengusaha untuk menggunakan BIJB," ucap Agus.

Agus tak menampik pelayanan angkutan kargo membutuhkan kecepatan dan ketepatan waktu. Sehingga membutuhkan administrasinya harus saling terintegrasi.

"Harus ada single administrasi, pembayarannya juga nanti by sistem," katanya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan saat ini pihaknya tengah mencari formula untuk menjamin pelayanan angkutan kargo di BIJB lebih murah dibandingkan dengan Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, jarak dan harga yang terjangkau menjadi alasan pengusaha untuk menggunakan BIJB.

"Detil perbandingannya belum ada. Tapi, kita jamin lebih murah. Ini sedang kita bahas. Bagian mana yang membuat harga tinggi, pasti kita turunkan. Kita akan bahas," ucapnya.


Di tempat yang sama, Kepala KPP Bea dan Cukai Cirebon Agung Saptono mengharapkan seluruh intansi yang terlibat tidak mengedepankan ego sektoral. Menurutnya perlu adanya formula dari segi birokrasi agar lebih memudahkan pengoperasian pelayanan angkutan kargo.

"Kita mencoba mendorong agar tidak ada sekat birokrasi, bukan berati meniadakan birokrasi. Karena ini bisnis kargo, jadi harus cepat dan singkat. Maka perlu implementasi yang lebih mudah," kata Agung.

Pada acara tersebut, seluruh intansi yang terlibat seperti kepolisian, TNI, kejaksaan, dinas terkait lainnya serta BIJB melakukan penandatangan komitmen bersama untuk memaksimalkan pelayanan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed