Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Jul 2019 14:31 WIB

Gelar Demo, Buruh Blokir Jalan Kawasan Industri Krakatau Steel

M Iqbal - detikFinance
Foto: M. Iqbal Foto: M. Iqbal
Cilegon - Ribuan buruh outsource PT Krakatau Steel melanjutkan aksi unjuk rasa menolak PHK. Aksi unjuk rasa diwarnai pemblokiran jalan menuju kawasan industri Krakatau Steel.

Unjuk rasa diawali di depan gedung teknologi PT Krakatau Steel, para buruh sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap PHK yang dilakukan PT Krakatau Steel.

Saat hendak menuju kantor Wali Kota Cilegon, massa terlebih dahulu memblokir jalan masuk menuju kawasan industri. Aksi pemblokiran jalan berlangsung selama 2 jam.

Arus lalu lintas sempat terganggu akibat pemblokiran tersebut. Truk-truk yang hendak masuk kawasan industri dialihkan menuju gerbang lewat jalan protokol.


Massa akan melanjutkan aksi unjuk rasa di depan kantor wali kota Cilegon. Tuntutan yang diusung dalam unjuk rasa itu masih sama, mereka menolak restrukturisasi yang dilakukan PT KRAS yang berdampak pada karyawan outsource dan berujung dirumahkan.

Para buruh meminta bos Krakatau Steel menemui mereka untuk menjelaskan maksud dan tujuan restrukturisasi.

"Kita menuntut agar Dirut KS datang dan menjelaskan persoalan ini, selama ini kita audiensi hanya ditemui oleh pejabat yang tidak bisa mengambil keputusan," kata Ketua Serikat Buruh Cilegon, Rudi Sahrudin.

Koordinator aksi buruh, Suloso, menyatakan karyawan yang kena PHK berjumlah 2.600 orang. Mereka bukan outsource namun karyawan tetap tang berstatus PKWTT (perjanjian kerja waktu tidak tentu).

"Karyawan yang akan di-PHK per 1 September itu 2.600 karyawan. Selain tu karyawan organiknya juga akan di-PHK 1.300 karyawan. Cuma pihak dari manajemen Krakatau Steel masih malu-malu mengutarakan, karena apa kalau diutarakan gejolaknya akan semakin tinggi karena 1.300 tadi di-move. Kalau 2.600 fix semuanya akan dibabad habis," kata Suloso kepada wartawan, Rabu (3/7/2019).

PHK itu dikatakan buruh sudah resmi, bahkan per 1 Juni kemarin sudah 331 karyawan yang dirumahkan. Bahasa dirumahkan, lanjut Suloso sebenarnya di-PHK. Namun, bahasa itu memang digunakan oleh perusahaan agar tak menimbulkan gejolak.

"Udah resmi, sudah ada. Bahkan yang 331 itusudah ditandatangani, yang lain juga sama aja persis hanya bahasanya dirumahkan tapi sebenarnya kita di-PHK per 1 September itu," katanya.

Suloso yang sudah bekerja di Krakatau Steel selama 35 tahun mengklaim tahu betul keadaan pabrik pengolah baja tersebut. Ia menegaskan 2.600 karyawan memang berstatus PKWTT yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun.

"Selalu seperti itu, Dirutnya selalu mengatakan ada pemelintiran informasi, kami mohon media di Banten kondusif segala macem tapi sebenernya yang bikin rusuh yang bikin masalah dari pihak KS-nya sendiri dalam hal ini Direktur Utamanya itu karena Direktur Utamanya nggak tahu permasalahan, dia kan baru kemarin dateng, ada laporan dari anak buahnya begini begini oh iya iya tapi tidak tagu sejarahnya seperti apa," tuturnya. (fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com