Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Jul 2019 13:45 WIB

Krakatau Steel Rugi, JK Singgung Daya Saing RI Kalah dari China

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Foto: Muhammad Fida/detikcom Foto: Muhammad Fida/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara seminar kewirausahaan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). JK menyinggung ruginya Krakatau Steel yang kalah bersaing teknologi dengan negara lain.

"Kenapa baja murah karena, bayangkan Indonesia bikin baja harganya 600 dolar per ton. Tapi China bikin 400 dollar, kalau bikin 500 dollar, dia untung 100 dollar. Kita rugi 100. Jadi makin banyak, karena Krakatau steel teknologi lama," kata JK di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/3019).

Selain Krakatau Steel, JK juga mencontohkan pabrik semen di Indonesia. Dia menyebut negara lain bisa menekan harga dengan efisiensi pekerja yang diganti teknologi.


"Contohnya pabrik semen pegawainya 600 orang. Tapi China hanya 70 orang. Jadi otomatis, jadi ini persoalannya kita inilah namanya revolusi industri. Ini revolusi efisiensi," ucapnya.

JK menuturkan pemerintah sendiri mengalami dilema antara mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan bahan murah atau melindungi industri. Dia menilai, industri di Indonesia harus berbenah agar tidak merugi.

"Jadi pilihannya apa. Mau efisien atau mahal, untuk melindungi. Tidak bisa kita dalam industri di pasar terbuka ini, jadi solusinya Krakatau Steel sendiri," sebut JK.


Seperti diketahui, PT Krakatau Steel Tbk didera kerugian selama 7 tahun berturut-turut. Berbagai upaya dilakukan mulai dari restrukturisasi bisnis, restrukturisasi organisasi hingga restrukturisasi utang.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menjelaskan untuk restrukturisasi bisnis perseroan mengoptimalkan kerja anak dan cucu usaha. Misalnya dengan menawarkan produk dan jasa ke perusahaan atau pihak lain, jadi tidak hanya ke induk usaha.

Hal ini dilakukan untuk menekan kerugian yang dialami. "Kita berupaya untuk menaikkan penjualan tapi menurunkan biaya. Menaikkan penjualan ini kan upaya restrukturisasi, bagaimana kita mendayagunakan mereka (anak dan cucu) supaya optimal," kata Silmy saat berbincang dengan detikFinance, Senin (1/7).


Krakatau Steel Rugi, JK Singgung Daya Saing RI Kalah dari China
(fdu/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed