Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Sep 2019 10:44 WIB

Krakatau Steel Produksi Baja Perdana dari Blast Furnace

M Iqbal - detikFinance
Foto: Dok. Krakatau Steel Foto: Dok. Krakatau Steel
Cilegon - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mulai melakukan produksi perdana baja gulungan canai panas atau hot rolled coil (HRC) dari hasil produk pabrik peleburan baja terbarunya, Blast Furnace. HRC yang diproduksi di fasilitas Hot Strip Mill (HSM) diklaim memiliki kualitas free good atau prime, sehingga memenuhi spesifikasi baja komersial.

Spesifikasi produksi baja perdana itu berupa lima buah slab baja yang di-rolling di HSM dengan tebal 4mm dan lebar 1.200mm serta panjang 11.600 mm. Total beratnya adalah 22,9 ton untuk masing-masing HRC.

Krakatau Steel Mulai Produksi Baja Komersial dari Blast FurnaceFoto: Dok. Krakatau Steel

Hasil produk dari Blast Furnace yang berupa hot metal atau baja cair sebelumnya dibawa ke pabrik slab baja (Slab Steel Plant) milik perseroan untuk dilakukan pencetakan (casting) menjadi slab baja. Pabrik slab baja ini juga berperan untuk mengatur komposisi kimia dari suatu produk baja sehingga memenuhi kualifikasi untuk penggunaan baja tertentu yang diinginkan.

"Dengan menggunakan input-an baja cair dari Blast Furnace, kami mampu menurunkan konsumsi penggunaan listrik dan elektroda. Konsumsi listrik bisa kami turunkan hingga sekitar 30%," ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangannya, Selasa (3/9/2019).


Penurunan konsumsi listrik, lanjut Silmy dikarenakan pabrik slab baja menerima material sudah dalam bentuk baja cair panas, sehingga peleburan baja menjadi lebih sedikit. Energi untuk pemanasan hanya digunakan untuk mempersiapkan tungku yang sudah diisi besi sponge dan scrap (besi tua) untuk menerima baja cair panas dari blast furnace.

Silmy menambahkan, saat ini perseroan sedang melakukan evaluasi untuk menguji kehandalan dan efisiensi pengoperasian Blast Furnace.

"Dalam setiap penugasan, saya selalu mendorong penyelesaian masalah-masalah yang ada, terutama masalah yang menahun. Oleh karena itu manajemen Krakatau Steel saat ini berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek dan permasalahan perseroan yang saat ini dihadapi, dan penyelesaian proyek Blast Furnace ini adalah bagian dari upaya yang dilakukan manajemen saat ini guna menyelesaikan proyek yang seharusnya sudah selesai," kata dia.

Produksi baja slab dan HRC yang bersumber dari Blast Furnace akan mendorong perseroan untuk menghasilkan produk high value added yang dimulai dari produksi di area hulu (Blast Furnace dan SSP). Hal ini berdampak pada peningkatan daya saing Perseroan. Harapannya produk baja kualitas Perseroan dapat berkompetisi dengan baik, dengan catatan iklim tata niaga baja yang sehat dapat diciptakan di pasar dalam negeri.



Simak Video "Penyuap Eks Direktur Krakatau Steel Divonis 1 Tahun 9 Bulan Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(bal/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com