Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Des 2019 05:59 WIB

Siasat China 'Goreng' Harga Baja Biar Produk RI Ambruk

Trio Hamdani - detikFinance
Siasat China 'Goreng' Harga Baja Biar Produk RI Ambruk. Foto: dok. KemenpuPR
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa industri hilir lebih memilih menggunakan baja impor ketimbang lokal untuk diolah menjadi produk turunan. Itu disebabkan harga baja impor yang lebih murah ketimbang lokal.

Rupanya baja impor, terutama dari China bisa lebih murah karena menyiasati cara-cara tertentu. Hal itu dianggap merugikan industri dalam negeri karena menjadi sulit bersaing.

Seperti apa siasat yang dilakukan China sehingga bajanya lebih murah dari buatan RI?

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Yerry Idroes mengungkapkan penyebab baja impor khususnya dari China berkuasa di Indonesia. Hal itu karena Negeri Tirai Bambu tersebut melakukan 'penyiasatan' untuk menekan harga.

Dia menjelaskan pemerintah China memberikan tax rebate untuk ekspor baja paduan (boron) sebesar 18%. Tax rebate adalah kebijakan pemotongan pajak. Otomatis harga baja China menjadi kompetitif.

"Di sana disiasati. Kan ada dua baja, baja karbon dan baja boron. Kalau untuk menyiasati ini, penyiasatan itu ditambah satu tetes boron, akhirnya baja karbon itu menjadi baja paduan," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (19/12/2019).

Dia menjelaskan bahwa secara definisi, pihak China memang tidak menyalahi aturan karena ketika baja karbon diberikan setetes campuran alloy/paduan boron pada proses pembuatannya maka produk tersebut berubah menjadi produk baja boron (paduan).

"Tapi secara penggunaanya itu dia masih tetap baja karbon. Nah itu yang kita namakan penyiasatan. Dia sebenarnya masih baja karbon tapi ditetes sedikit saja definisinya berubah. Apa yang diuntungkan oleh produk China, dia dapat 18% tax rebate di sana," jelasnya.

Tak sampai di situ, karena statusnya adalah baja boron maka produk tersebut mendapat keringanan bea masuk 0% begitu masuk ke Indonesia. Dia menjelaskan bahwa ada dua jenis baja, yaitu baja karbon dengan bea masuk 5%-15%, dan baja paduan dengan bea masuk 0%.

Melalui apa yang dia sebut sebagai penyiasatan maka baja impor dari China menjadi lebih murah 18-33%.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Diserbu Baja Impor, Pabrik Domestik 'Dibunuh'"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com