60% Bahan Baku Obat dari China, Produksi BUMN Farmasi Terganggu?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 04 Mar 2020 23:00 WIB
PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) memiliki laboratorium analitik di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Laboratorium ini meneliti hal-hal yang dihadapi perkebunan.
Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menjamin pasokan obat dari perusahaan pelat merah aman hingga akhir tahun. Ia mengaku, telah menggelar rapat dengan BUMN farmasi untuk memantau kondisi obat tersebut.

Erick menjelaskan, bahan baku obat selama ini mayoritas dari China. Stok bahan baku ini, kata dia, aman sampai akhir tahun.

"Saya sudah pastikan kemarin rapat di BUMN farmasi stok kita sampai akhir tahun aman. Kita tahu bahwa yang namanya stok obat bahan baku 60% dari China, 30% dari India. Stok aman sampai akhir tahun," kata dia dalam acara Business Outlook di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Dia berharap kondisi membaik sampai akhir tahun. Kembali, Erick mengatakan, stok obat aman.

"Kita berharap sebelum akhir tahun sudah membaik. Paling nggak stok obat yang dilakukan BUMN aman. Dan ini nggak bohong, bener-bener saya pimpin langsung rapatnya," ujarnya.

Tak hanya obat, beras juga dipastikan aman. Erick sendiri baru saja mengecek pasokan beras di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta.

"Pangan, beras, saya tadi cek aman, ada 1,6 juta ton. Bahkan nanti panen lebih cepat, bulan April mungkin panen mestinya nggak ada masalah. Saya lihat di Bulog," ujarnya.



Simak Video "Bertambah 4.071, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)
Debat Capres AS