Stok Gula di Sulsel 3.000 Ton, Cuma Cukup Buat 10 Hari

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2020 11:47 WIB
Harga gula pasir di Palopo Tembus Rp 18.000/Kg
Ilustrasi/Foto: Muhammad Riyas/detikcom
Makassar -

Stok gula pasir di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kian menipis yang harganya naik. Sulsel kini hanya memiliki sekitar 3.000 sampai 4.000 ton gula pasir untuk 10 hari ke depan.

"Stok kita hari ini kurang lebih 3.000 ton, ketahanannya nggak sampai 10 hari," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan Hadi Basalamah usai rapat terkait kelangkaan gula di DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (12/3/2020).

Hadi mengungkapkan, kelangkaan gula pasir ini mengakibatkan naiknya harga gula pasir di pasaran yang bisa mencapai Rp 18.000 per kilogram (kg) bahkan lebih. Untuk diketahui, saat ini pabrik gula di Sulsel menjual Rp 11.000-12.000 per kg ke distributor, dan distributor ke pasaran Rp 12.500 per kg. Kemudian di pasaran harganya mencapai Rp 18.000 per kg.

"Kelangkaan gula yang berimbas kepada kenaikan harga gula di Sulawesi Selatan ini terjadi secara nasional, jadi bukan hanya Sulawesi Selatan. Penyebab utama adalah memang terjadi pergeseran musim, yang seharusnya kita di Maret-April (musim giling) sedikit mengalami pergeseran musim," kata Hadi.

Selain karena pergeseran musim, kelangkaan gula pasir di Sulsel juga karena masih menunggu impor. Bulog dan importir lain masih menunggu rekomendasi impor gula.

"Bulog maupun imported umun, ini kami masih nunggu dan kami meminta untuk diprioritaskan kebutuhan Sulawesi Selatan," ujarnya.

Menyikapi kelangkaan gula pasir ini, Pemprov Sulsel bersama pihak terkait lainnya telah bersepakat untuk tidak menjual keluar Sulsel stok gula pasir yang ada. Pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan distributor lainnya dilarang menjual gula keluar Sulsel.

"Ini kita sepakati, ini Satgas Pangan dan teman-teman distributor, kita menyikapi bahwa stok yang kita kuasai hari ini di Sulsel kurang lebih sekitar 3.000 sampai 4.000 ton. Ini untuk menjaga ketahanan harga kita di Sulawesi Selatan dan disepakati untuk tidak dikeluarkan dulu, jadi untuk memenuhi kebutuhan kita," jelasnya.

Sementara itu harga distributor ke pasaran tetap mengacu pada harga tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 12.500 per kg. Sambil menunggu musim giling tersebut, Pemprov Sulsel meminta Bulog dan PTPN segera memasukkan stok gula ke Sulsel.

"Kalau bisa impornya sudah ada sambil kita menunggu musim giling. Karena musim giling akan terjadi kemunduran," jelasnya.

"Jadi harga eceran tertinggi itu ditetapkan pemerintah Rp 12.500, tapi hari ini yang terjadi di seluruh Indonesia tidak ada gula yang Rp 15.000, kita (Rp 18.000 per kg) masih ada lebih baik daripada provinsi lain. Di Jawa di Papua itu sudah Rp 19.000," pungkasnya.



Simak Video "Jokowi Curiga Ada Permainan Harga Bawang Merah dan Gula Pasir!"
[Gambas:Video 20detik]
(nvl/ara)