Bertahan di Tengah Corona, Harley Davidson Berhemat Gila-gilaan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2020 12:59 WIB
Moge Harley-Davidson
Foto: Luthfi Anshori
New York -

Pabrik motor asal Amerika Serikat (AS), Harley Davidson, berniat hemat gila-gilaan demi mempertahankan posisi keuangan di tengah pandemi virus Corona. Penghematan itu berupa mengurangi belanja modal, menunda perekrutan, dan mengurangi gaji karyawan.

Selain itu, Harley juga telah mengubah semua jadwal peluncuran produknya tahun ini. Penghematan ini membantu perusahaan menghemat sekitar US$ 250 juta setara Rp 3,8 triliun (kurs Rp 15.300/ dolar US) tahun ini. Kini saham Harley-Davidson melonjak hampir 10%.

Kini Harley memiliki hampir US$ 2,5 miliar (Rp 38 triliun) dari total aset yang dimiliki, dengan US$ 1,5 miliar (Rp 23 triliun) di antaranya dalam bentuk kas.

"COVID-19 telah secara dramatis mengubah lingkungan bisnis kami dan kini sangat penting untuk bertahan di krisis pandemi ini," kata Jochen Zeitz, CEO Harley-Davidson. Dikutip dari CNN, Rabu (29/4/2020).


Selain menghemat, dalam waktu dekat Harley juga berencana akan mengakses pasar modal dengan penawaran saham atau obligasi. Serta menangguhkan program pembelian kembali sahamnya dan memotong dividen untuk kuartal II sebesar 95% menjadi hanya 2% per saham.

Sebelum pandemi virus Corona memukul industri otomotif. Harley mengaku telah mengalami penurunan omzet sebesar 12% dalam tiga tahun berturut-turut. Tahun ini penjualan akhirnya jatuh 15,5% di Amerika dan 20,7% secara internasional.

Hingga saat ini, Harley terus mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan kerusakan perusahaannya dari krisis Corona.



Simak Video "Aksi Penangkapan Pencuri Harley-Davidson Modus Test Drive di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)