Ada New Normal, Pekerjaan Manusia Bakal Digantikan Mesin

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 31 Mei 2020 14:00 WIB
Schneider Electric telah menjadi mitra kerja Kementerian Perindustrian Republik Indonesia untuk pengembangan dan penerapan industri 4.0. Yuk, lihat lebih dekat suasana di dalam pabrik.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indonesia bersiap menuju era normal baru atau new normal di tengah pandemi COVID-19. Sektor industri pun akan ikut melakukan penyesuaian.

Nantinya pekerja manusia perlahan akan digeser alias digantikan oleh mesin. Sebab bila terlalu banyak orang di dalam pabrik misalnya, dapat memicu penyebaran virus Corona.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani menjelaskan bahwa era new normal akan membuat pelaku industri mempercepat implementasi otomatisasi, yang mana peran mesin akan menggantikan tenaga manusia.

"Saya bicara dengan teman-teman asosiasi, para industri, ini kelihatannya otomatisasi itu kelihatannya akan lebih mengarah ke situ, akan lebih cepat," kata dia saat dihubungi detikcom, Minggu (31/5/2020).

Hal itu pun mau tidak mau akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Atau untuk saat ini, di mana sudah terjadi banyak PHK maka lapangan pekerjaan yang tersedia di era normal baru akan berkurang.

"Itu bisa terjadi, karena otomatisasi ini kelihatannya yang tadinya memang sudah direncanakan, tapi mungkin bisa jadi akan lebih dipercepat. Itu saya mendapat masukan dari para pemain industri. Jadi untuk mengarah ke situnya kemungkinan bisa lebih cepat," jelasnya.

Berdasarkan data Kadin Indonesia sendiri sudah ada 6 juta pekerja yang dirumahkan maupun kena PHK. Data tersebut berasal dari berbagai sektor industri.

"Berarti kan di tengah banyaknya yang dirumahkan atau yang di-PHK ini, untuk mereka akan di-rehired kembali mungkin nggak semuanya dalam keadaan new normal ini," tambahnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)