Dorong Teknologi 4.0, Kemenperin Dampingi Perusahaan Logam Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 18 Jul 2020 11:19 WIB
Industri 4.0
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur menuju industri 4.0 yang disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahardi menyebutkan, sektor industri logam, meski tidak termasuk dalam sektor prioritas seperti industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, otomotif dan elektronika, tetap harus bertransformasi guna mendukung kesiapan menuju era digital 4.0. Pasalnya industri ini merupakan mother of industry.

"Industri logam ini adalah mother of Industry karena produk logam dasar merupakan bahan baku utama yang menunjang bagi kegiatan sektor industri lain seperti industri otomotif, maritim, elektronika, dan sebagainya," terang Doddy dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2020).

Ia juga memaparkan, industri logam selama ini telah memberi kontribusi yang cukup tinggi bagi perekonomian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, implementasi INDI 4.0 yang dilakukan di sektor ini sudah sejalan dengan program Making Indonesia 4.0.

"Pada Januari hingga Mei 2020, sektor industri logam mampu memberikan kontribusi ekspor hingga 9,20 miliar dolar AS. Naik 41 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2019 yang hanya mencapai sekitar 6,5 miliar dolar. Hal ini selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0. yaitu meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong produk go internasional," jelasnya.

Tatalogam Group sendiri menjadi manufaktur logam pertama yang menjalani assessment INDI 4.0 oleh BPPI Kemenperin. Assessment kemudian dilanjutkan dengan pendampingan secara online. Doddy menilai, inovasi yang selama ini dilakukan Tatalogam Group ditambah pendampingan dari BPPI, perusahaan ini akan lebih lebih maju lagi.

"Jadi Tatalogam ini kan tadi disebutkan sudah melakukan sertifikasi aplikator, sudah memiliki sertifikat dari Amerika, memiliki teknologi yang sudah maju, serta mampu berinovasi di tengah pandemi dengan membuka pasar baru di berbagai negara. Jadi kami harap mereka bisa menjadi lighthouse Indonesia sehingga bisa dijadikan contoh bagi industri lain di bawahnya agar bisa segera menuju era 4.0," terang Doddy.

Selanjutnya
Halaman
1 2