Pak Jokowi, Industri Kecil Susah Nih Mau Restrukturisasi ke Bank

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 08 Sep 2020 13:25 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih membeberkan kondisi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di tengah pandemi. Dia bilang para pelaku usaha kesulitan untuk memperoleh restrukturisasi kredit dari perbankan.

Padahal, pemerintah sendiri sudah menganggarkan Rp 78,78 triliun terhadap program penempatan dana untuk restrukturisasi kredit dalam Pemilihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Melalui program restrukturisasi, minta tolong dari perbankan yang dikasih bantuan itu industri jangan re-seller. Kalau re-seller cuma sendirian kerjanya," ungkap Gati dalam webinar IDF Bappenas, Selasa (8/9/2020).

Ia mengungkapkan, perbankan cenderung mencairkan restrukturisasi kredit kepada pelaku UMKM di sektor perdagangan. Sementara bagi IKM, perbankan punya pertimbangan yang lebih banyak.

"Nah kenapa perbankan tidak mau kasih ke industri? Ripuh masalahnya. Yang namanya pengembalian investasi ROI-nya kan lama. Capek nunggunya. Industri itu baru akan tahu produk laku dalam 2 tahun, ini sudah paling cepat. Sedangkan perbankan kalau nunggu 2 tahun, nah yang namanya keuntungan 1 tahun belum bisa diketahui. Tetapi tolong ini buat rakyat kecil, jadi tolong didorong industri," tegas Gati.

Menurutnya, perbankan yang melaksanakan program tersebut dalam hal ini Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) cenderung mengejar target ketimbang pemanfaatannya.

"Kemarin saya sudah propose ke Kementerian Perekonomian. Karena kan Menterinya dulu Menperin. Pak tolong industri, oke industri 60%. Sekarang diturunkan. Kenapa? karena dikejar target oleh Himbara, harus sekian triliun. Akhirnya baikan kegunaan, bukan azas manfaat, tapi target, saya berhasil loh Bu Rp 30 triliun. Siapa yang dikasih? Pedagang. Industrinya? Tidak gampang, apalagi disuruh meminjam," ungkap Gati.

Selain itu, menurutnya IKM juga harus berpikir 3 kali untuk mengajukan kredit di perbankan, sementara kinerjanya anjlok akibat pandemi.

"Industri berpikir 3 kali kalau minjam duit. Kalau pedagang ya sebodo amat, kalau ada kesempatan ambil. Nggak cukup, balikin langsung. Karena dia tidak harus investasi alat, tidak harus cari tenaga kerja, dia nggak harus beli bahan baku. Nah itu yang jadi masalah," papar Gati.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kemenperin Sebut Aturan IMEI Belum Efektif Blokir Ponsel BM"
[Gambas:Video 20detik]