RI Bakal Punya 340 Juta Dosis Vaksin Corona sampai 2021, Cukup Nggak?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2020 15:50 WIB
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)
Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr
Jakarta -

Indonesia bakal memiki sekitar 340 juta dosis vaksin hingga tahun depan. Vaksin itu berasal dari kerja sama sejumlah lembaga.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, vaksin yang berasal dari kerja sama antara PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac menghasilkan 20 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini dan 250 juta dosis pada tahun 2021.

"Memang hasil kerja sama Sinovac kalau memang uji klinis 3 berjalan baik, kita sudah mendapatkan komitmen 20 juta dosis vaksin di akhir tahun ini. Lalu di tahun depan kurang lebih 250 juta," kata Erick Dies Natalis 63 Tahun Universitas Padjajaran, Jumat (11/9/2020).

Tak berhenti di situ, Kimia Farma dan G42 UAE juga bekerja sama untuk menghasilkan vaksin di mana untuk akhir tahun 10 juta dosis dan tahun depan 50 juta dosis. "UAE akan bekerjasama dengan Kimia Farma. Alhamdulilah ada komitmen dosis 10 juta. Dan kita harapkan kuartal I ada 50 juta dosis," tambahnya.

Dengan begitu, Erick bilang ada 30 juta dosis vaksin pada akhir tahun ini dan 300 juta dosis vaksin pada tahun depan. Namun, Erick bilang, jumlah tersebut hanya mampu untuk 170 juta penduduk Indonesia.

"Tapi sebagai catatan dari total yang kita dapat 330 juta mungkin bisa 340 juta ini bukan berarti kita sudah secure semuanya seluruh rakyat Indonesia karena dari 340 juta ini masing-masing individu perlu 2 suntikan. Jadi ini baru 170 juta rakyat Indonesia," jelasnya.

Erick melanjutkan, dari awal pihaknya juga telah menjajaki kerja sama dengan lembaga lagi seperti CEPI, Astrazeneca, Cansino dan penyedia lain untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Tanah Air. Tak hanya itu, Indonesia juga mengandalkan vaksin Merah Putih yang tengah dikembangkan di dalam negeri.

Menurut Erick, vaksin Merah Putih bakal diproduksi pada tahun 2022

"Kita mengharapkan juga adanya vaksin Merah Putih karena memang kalau kita lihat vaksin pada saat ini untuk pembentukan antibodi melawan virus 6 bulan sampai 2 tahun. Itu dari studi yang didapatkan jadi tidak mungkin bergantung vaksin-vaksin yang tadi kita kerja sama," jelasnya.

"Dari informasi yang didapatkan insya Allah kalau bisa uji klinis 1-2-3 tahun depan sehingga 2022 kita bisa produksi vaksin Merah Putih ini, insya Allah," tutupnya.



Simak Video "Perbedaan Vaksin Sinovac dan 'Merah Putih'"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)