2 Fakta Terkini soal Obat Corona Rp 3 Juta

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 17:30 WIB
Antivirus Remdesivir Disebut Berdampak Signifikan Terhadap Pemulihan Pasien COVID-19
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

PT Kalbe Farma Tbk mengedarkan antivirus Covifor (remdesivir) untuk pasien COVID-19 di Indonesia. Obat tersebut diimpor dari perusahaan asal India, Hetero melalui anak perusahaannya bernama PT Amarox Pharma Global.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius selaku distributor menjelaskan Covifor dijual di Indonesia seharga Rp 3 juta per dosis. Berikut info terkini yang dirangkum detikcom soal obat tersebut:

1. Harga Masih Bisa Berubah

Obat yang ditawarkan dengan harga Rp 3 juta dianggap kemahalan oleh masyarakat. Seperti keluhan yang disampaikan pembaca detikcom pada kolom komentar. Atas adanya keluhan itu, Vidjongtius buka suara. Dia menjelaskan harga tersebut tergantung dengan volume barang yang diimpor.

"Produk Covifor saat ini masih diimpor oleh PT Amarox (anak perusahaan dari Hetero India) dan faktor harga selalu berbanding lurus dengan jumlah unit atau volume yang ada. Saat ini ditahap awal volume masih kecil," kata dia melalui pesan singkat kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Pihaknya memperkirakan harga dapat disesuaikan setelah volume barang bertambah lebih banyak dibandingkan yang dipasok pada tahap pertama ini.

"Kalbe memperkirakan setelah volume bertambah maka harga tersebut akan disesuaikan oleh Hetero India selaku produsen," sebutnya.

2. Alasan Tak Dijual Bebas

Dia menjelaskan obat tersebut tidak dijual bebas lantaran izin edarnya untuk penggunaan emergensi sehingga harus berada di bawah pengawasan dokter.

"Covifor izin edarnya dengan penggunaan emergensi (Emergency Use Authorization), jadi harus di bawah konsultasi dengan dokter di rumah sakit," kata dia.

Sementara obat yang beredar bebas memiliki izin yang berbeda. Oleh karena itu remdesivir untuk pasien virus Corona tak bisa digunakan sembarangan.

"Jadi sangat berbeda dengan izin edar untuk obat resep yang lain ataupun izin edar untuk obat bebas (OTC)," jelasnya.

(toy/ara)