Ada Perang Harga di Dagangan Obat Anti-Corona?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 03 Okt 2020 19:00 WIB
Obat Covid-19: Rumah sakit Inggris gunakan remdesivir yang disebut langkah maju terbesar dalam penanganan pasien corona
Ilustrasi/Foto: BBC World
Jakarta -

Sejumlah perusahaan farmasi mulai memasarkan obat anti Corona. Sejauh ini ada PT Indofarma Tbk dan PT Kalbe Farma Tbk.

Kalbe Farma selaku distributor menyebut obat anti COVID-19 Covifor ini dijual di Indonesia seharga Rp 3 juta per dosis. Namun per hari ini (3/10) Kalbe Farma menjual obat seharga Rp 1,5 juta per vial.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengungkapkan ini adalah komitmen Kalbe bersama Amarox untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

"Setelah diskusi bersama Kalbe, Hetero India dan Amarox, kami sepakat memberikan harga jual khusus COVIFOR," kata dia dalam siaran pers, Sabtu (3/10/2020).

Saat ditanyakan apakah penurunan harga obat ini karena Indofarma menjual di bawah Rp 2 juta, Vidjongtius enggan berkomentar.

"Saya belum tahu info itu," jelas dia.

Country Manager PT Amarox Global Pharma menjelaskan harga produk COVIFOR yang diproduksi oleh Hetero India, diimpor oleh Amarox dan dipasarkan serta didistribusikan oleh Kalbe dengan harga Rp 1,5 juta per vial, sebelumnya Rp 3 juta per vial.

Sandeep menjelaskan penyesuaian ini juga mempertimbangkan kebutuhan terhadap pengobatan COVID-19 menggunakan obat COVID-19 yang besar, masukkan dari pemerintah, tenaga kesehatan dan pasien.

Kemudian untuk obat anti Corona milik Indofarma diproduksi Mylan Laboratories Limited, Bangalore, India atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City dan United States of America.

Indofarma akan menunjuk anak usaha PT Indofarma Global Medika sebagai distributor obat DESREM yang mengandung Remdesivir 100mg ini.

Direktur Utama Indofarma, Arief PRamuhanto mengungkapkan obat ini akan tersedia minggu depan. Indofarma akan menjual obat ini obat ini di bawah Rp 2 juta per vial.

Arief sendiri belum bisa memastikan. Alasannya, Indofarma masih mengkaji agar terjangkau masyarakat.

"Ini adalah obat etikal, kami sedang mengkaji harga obat ini supaya menjadi terjangkau bagi masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya ada PT Kalbe Farma Tbk mengumumkan distribusi antivirus Covifor (remdesivir) untuk pasien COVID-19 di Indonesia. Obat tersebut diimpor dari perusahaan asal India, Hetero melalui anak perusahaannya bernama PT Amarox Pharma Global.

(kil/eds)