Jakarta PSBB Transisi, Warga DKI Jangan nge-Mal ke Bekasi Lagi Ya

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2020 20:43 WIB
poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk mencabut rem darurat dan kembali menerapkan PSBB transisi. Kini warga Ibu Kota bisa ngemol lagi dengan dengan kebijakan pembatasan yang minim.

Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja membenarkan, selama PSBB Jakarta diperketat sejak 14 September 2020, ada pergeseran pengunjung dari Jakarta ke pusat perbelanjaan yang ada di daerah penyangga, seperti Bekasi, Tangerang, Depok hingga Bogor (Bodetabek).

"Iya betul, jadi memang selama PSBB diperketat ada peralihan kunjungan ke daerah daerah penyangga Jakarta. Karena di sana masih memperbolehkan terutama restoran dan kafe untuk makan di tempat. Jadi memang ada pergeseran kunjungan ke daerah-daerah penyangga," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (11/10/2020).

Alphonzus mengatakan, restoran dan kafe merupakan magnet yang cukup besar bagi pusat perbelanjaan. Sehingga ketika restoran dan kafe dilarang untuk melayani makan di tempat, banyak warga Jakarta pilih untuk mengunjungi mall di daerah Bodetabek.

Dia mencontohkan mall di wilayah Bekasi pengunjungnya cenderung terus meningkat selama PSBB Jakarta di perketat. Sementara tingkat kunjungan pusat perbelanjaan di Jakarta hanya tinggal 10-20% dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19.

"Jadi waktu PSBB diperketat itu kan memang kondisinya berat, traffic atau tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan turun sekitar 50% dibanding pada saat PSBB transisi. Pada saat PSBB transisi sendiri kan sebetulnya dibatasi maksimal 50%. Tetapi kan itu pun tidak pernah tercapai hanya tercapai sekitar 30% sampai 40% saja. Nah terus pada saat PSBB diperketat turun lagi 50%, berarti hanya tinggal sisa 10% sampai 20%. Selama ini itu hanya trafik kunjungan hanya tersisa 10% sampai 20%," terangnya.

Alphonzus berharap dengan PSBB transisi di Jakarta, warga Ibu Kota kembali mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. Sebab kondisi pusat perbelanjaan di Jakarta sudah cukup sekarat.

"Saya kira akan demikian. Jadi selama ini kan memang selama PSBB di Ibu Kota ini kan mereka beralih ke daerah penyangga, tapi kalau sekarang DKI Jakarta kembali ke PSBB transisi, di mana restoran dan kafe boleh melayani makan di tempat. Saya kira masyarakat DKI yang tadinya beralih ke daerah penyangga akan balik ke pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta," harapnya.

(das/dna)