Bill Gates Tunjuk Bio Farma buat Bikin Vaksin Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2020 13:38 WIB
Thailand Akan Produksi Vaksin AstraZeneca untuk Asia Tenggara
Ilustrasi Foto: DW (News)
Jakarta -

PT Bio Farma (Persero) terpilih sebagai salah satu Potential Drug Manufacturer CEPI for COVID-19. Hal tersebut merupakan kelanjutan dari hasil due diligence, pada tanggal 15 September 2020 yang memberikan penilaian pada aspek sistem produksi vaksin dan mutunya, sistem analitik laboratorium, dan sistem teknologi informasi yang digunakan Bio Farma dalam memproduksi vaksin.

The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) merupakan koalisi pemerintah, swasta dan filantropi yang berpusat di Norwegia, memiliki tujuan untuk mengatasi epidemi dengan cara mempercepat pengembangan vaksin. Salah satu pendirinya ialah Bill & Melinda Gates Foundation.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan fasilitas Bio Farma yang akan digunakan oleh CEPI adalah untuk memproduksi vaksin COVID-19 dengan multi platform sebanyak 100 juta dosis per tahunnya. Produksi akan dimulai pada akhir kuartal IV 2021 atau kuartal I 2022 mendatang.

"Saat ini dunia sedang berusaha untuk menemukan vaksin COVID-19 dengan segala jenis platform. Pengembang-pengembang vaksin COVID-19 dari seluruh dunia, ada yang belum memiliki fasilitas produksi massal secara mandiri, sehingga CEPI akan mempertemukannya dengan produsen vaksin yang telah memenuhi persyaratan tertentu, dan Bio Farma adalah salah satunya," ujar Honesti dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020).

Honesti menambahkan, bahwa penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan mempengaruhi kegiatan produksi rutin yang ada di Bio Farma.

"Tentu saja kami sudah memperhitungkan aktivitas produksi kami yang rutin, setelah dilakukan perhitungan, penggunaan kapasitas produksi untuk CEPI, tidak akan mengganggu kegiatan produksi rutin di Bio Farma," tambahnya Honesti.

(acd/ang)