Produksi Vaksin Merah Putih Digenjot, 2022 RI Nggak Impor Lagi

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 14:52 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Ilustrasi produksi vaksin COVID-19/Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Yogyakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan produksi vaksin COVID-19 buatan lokal sedang digarap. Produksi vaksin bernama vaksin merah putih itu untuk menekan impor.

"Pengembangan vaksin merah putih adalah sangat penting karena pengadaan vaksin impor tidak boleh menjadi kebiasaan. Kita harus mengadakan vaksin merah putih sendiri agar di 2022 tidak beli lagi vaksin dari luar negeri, tapi lakukan sendiri," katanya saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian pembangunan Pemda DIY secara daring, Selasa (27/10/2020).

Erick melanjutkan, upaya tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Jokowi. Terlebih, Indonesia memiliki perusahaan perusahaan yang mampu memproduksi vaksin tersebut.

"Ini yang sedang didorong bapak Presiden untuk memastikan vaksin merah putih hadir untuk Indonesia," ujarnya.

"Apalagi kita punya biofarma yang kemarin sudah dicek oleh WHO mempunyai standar internasional yang bisa dipertanggungjawabkan," lanjut Erick.

Pasalnya, Biofarma sendiri terbukti mampu memproduksi belasan macam vaksin dan sudah mendistribusikannya ke belasan negara.

"Dan biofarma sendiri sudah memproduksi 15 macam vaksin dengan jumlah 2 M (miliar) dan sudah mendistribusikan vaksin ke 150 negara. Untuk COVID-19 kita masih belajar, untuk itu kita mencari solusi merah putih ke depan," katanya.

(hns/hns)