Australia Amankan Akses Vaksin Corona untuk Asia Tenggara & Pasifik

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 16:45 WIB
bendera Australia
Foto: Internet
Jakarta -

Pemerintah Australia tengah mengamankan akses vaksin Corona (COVID-19), termasuk untuk Asia Tenggara, dan negara-begara di kawasan pasifik. Komitmen itu dilakukan melalui perjanjian pembelian di muka dengan sejumlah produsen dan melalui partisipasi dalam kerja sama multilateral Fasilitas COVAX dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

Nantinya, pemerintah Australia akan membantu negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan pasifik dengan menyediakan dosis vaksin yang efektif. Selain itu, pemerintah Australia juga akan membantu penilaian keamanan, kemanjuran dan kualitas vaksin sesuai saran WHO.

Hal ini dilakukan, pasalnya Asia Tenggara dan kawasan Pasifik punya pengaruh besar pada perekonomian global, termasuk pada Australia. Bantuan ini juga diharapkan dapat memulihkan ketersediaan lapangan pekerjaan di dalam dan luar negeri.

"Pemerintah Australia berkomitmen untuk mendukung akses ke vaksin COVID-19 yang aman dan efektif untuk Kawasan Pasifik dan Asia Tenggara, sebagai bagian dari pemulihan bersama kawasan kita dari pandemi," bunyi keterangan resmi yang diterima detikcom dari Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Sabtu (31/10/2020).

Komitmen ini juga dinilai akan berkontribusi pada keamanan kesehatan dan pemulihan ekonomi Australia sendiri. Untuk mewujudkan bantuan itu, pemerintah Australia menggelontorkan dana sebesar A$ 500 juta (dolar Australia) atau setara Rp 5,12 triliun (kurs Rp 10.255).

"Kami melakukan komitmen tambahan senilai A$ 500 juta selama tiga tahun untuk upaya ini di atas A$ 23,2 juta (Rp 237 miliar) yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pemerintah Australia," bunyi keterangan resmi tersebut.

Dana bantuan itu akan digelontorkan untuk komitmen penyediaan vaksin yang akan diutamakan pada negara-negara Pasifik dan Timor-Leste.

"Pendanaan ini merupakan tambahan dari dukungan Pemerintah Australia melalui Fasilitas COVAX dan Perjanjian Pembelian di Muka Pemerintah Australia dengan Astra Zeneca-Oxford dan CSL-University of Queensland," tulis keterangan resmi tersebut.

Selain itu, Australia juga telah menandatangani Perjanjian Pembelian Lanjutan dengan Astra Zeneca-Oxford dan CSL-University of Queensland untuk lebih dari 84 juta unit vaksin. Jika vaksin tersebut terbukti aman dan efektif, maka bisa disumbangkan kepada mitra-mitra di Pasifik dan Asia Tenggara.

(hns/hns)