Rekam Jejak Bombardier, Produsen Pesawat yang Tersangkut Suap Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 06 Nov 2020 18:05 WIB
Bombardier merilis jet pribadi terbarunya Global 7000. Pesawat pribadi jarak jauh ini dihargai mulai US$ 73 juta atau hampir Rp 1 triliun.
Pesawat Bombardier/Foto: Reuters
Jakarta -

Nama produsen pesawat Bombardier tiba-tiba jadi sorotan. Hal itu karena lembaga antikorupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO) melakukan penyelidikan kasus dugaan suap yang melibatkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Bombardier merupakan salah satu produsen pesawat yang cukup populer di dunia. Namanya bisa dikatakan hampir sama populernya dengan produsen lain seperti Airbus dan Boeing.

Mengutip laman resminya, Jumat (6/11/2020), Bombardier didirikan oleh Joseph-Armand Bombardier pada 1907. Perusahaan ini kini memiliki 52.000 karyawan dengan memiliki dua segmen bisnis yakni produksi pesawat dan kereta api.

Bombardier berkantor pusat di Montreal, Kanada. Perusahaan ini memiliki lokasi produksi yang tersebar di 25 negara. Saham perusahaan tercatat di Bursa Toronto. Pada tahun lalu, Bombardier membukukan pendapatan sampai US$ 15,8 miliar.

Lebih lanjut, saat ini ada 4.900 pesawat Bombardier yang tersebar di seluruh dunia. Selain produksi, Bombardier juga memberikan layanan purna jual di Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Asia.

Selain pesawat, Bombardier juga memproduksi kereta api di mana lebih dari 100.000 lokomotif dan gerbongnya telah terpasang di seluruh dunia.

Untuk di perkotaan, Bombardier memproduksi metro, trem, dan kendaraan ringan, kereta komuter, hingga monorel. Selain itu, Bombardier juga memproduksi kereta berkecepatan tinggi.

Namun, dugaan kasus suap ini mencoreng nama Bombardier. Di Tanah Air, kasus ini telah menyeret eks Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2