160 Juta Dosis Vaksin Corona Berbayar Disiapkan buat 75 Juta Orang

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2020 19:05 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Kementerian BUMN mendapatkan tugas menyiapkan vaksinasi mandiri COVID-19. Artinya disiapkan untuk masyarakat yang ingin membeli vaksin COVID-19 secara mandiri.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan akan menyiapkan sekitar 160 juta dosis vaksin. Vaksin itu disiapkan untuk 75 juta masyarakat Indonesia yang ingin membeli secara mandiri.

"Kemarin pemerintah sudah menugaskan Kementerian BUMN nanti untuk membantu vaksin mandiri itu kurang lebih untuk 75 juta jiwa atau sekitar 160 juta lebih dosis," terangnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (18/11/2020).

Erick menjelaskan, dari 160 juta dosis yang disiapkan memang hanya untuk 75 juta orang. Tujuannya agar ada cadangan vaksin sekitar 10% dari dosis yang tersedia. Sebab 1 orang akan disuntik sebanyak 2 kali.

"Kemarin kita sudah rapat kemungkinan angka yang tidak terpakai atau yang rusak dan lain-lain. Kemarin mereka coba tingkatkan di 10-15%. Ini untuk berjaga-jaga," terangnya.

Erick menjelaskan vaksinasi COVID-19 juga diprioritaskan untuk masyarakat dalam rentang usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun.

Untuk vaksinasi mandiri ini, Kementerian BUMN menugaskan 2 BUMN yakni PT Biofarma (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero). Proses distribusi vaksinasi COVID-19 mandiri ini akan dilakukan serba digital.

Oleh karena itu, Telkom diikutsertakan untuk membentuk sistem digital. Erick yakin sistem IT yang dibangun akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam proses distribusi vaksin.

(das/hns)