Sri Mulyani Diminta Pikirkan Petani Tembakau Sebelum Cukai Naik

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 13:42 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan rencana pengalokasian dana kelurahan awalnya mencuat saat rapat pemerintah dengan walikota, pemerintah daerah dan DPR
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) masih mendesak pemerintah agar tidak menaikkan cukai tembakau pada segmen sigaret kretek tangan (SKT). Menteri Keuangan Sri Mulyani diminta untuk memikirkan nasib para pelinting dan petani tembakau.

AMTI berharap kenaikan cukai SKT adalah 0% atau tidak naik sama sekali. Tujuannya untuk melindungi tenaga kerjanya.

"Tidak menaikkan tarif cukai SKT merupakan perlindungan langsung terhadap SKT yang di dalamnya terdapat pelinting dan petani tembakau. Dan kami berharap Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak menaikkan tarif cukai SKT," kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo dalam keterangan tertulis, Selasa (1/12/2020).

Seperti diketahui serapan tenaga kerja di industri hasil tembakau khususnya sektor SKT sangat tinggi di Indonesia dan didominasi oleh pekerja perempuan dengan latar belakang ekonomi dan pendidikan yang rendah.

Budidoyo menilai kondisi industri saat ini juga sedang tidak baik-baik saja mengingat kenaikan cukai tahun ini ternyata berdampak buruk.

"Serapan tembakau atau cengkeh menurun drastis dan terjadi juga penurunan produksi dan penjualan rokok. Hal ini berdampak buruk pada kesejahteraan pelinting dan petani tembakau," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2