Erick Beberkan Alasan Swasta Dilarang Impor Vaksin Corona

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 02 Des 2020 08:15 WIB
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk., (Telkom) menggelar peringatan 25 tahun initial public offering (IPO) dan mengeluarkan Perangko khusus dalam acara tersebut, Kamis (19/11/2020).
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Dalam proses pengadaan vaksin COVID-19 pemerintah hanya membuat 1 pintu. Pihak swasta dilarang untuk mendatangkan vaksin. Pemerintah sudah menugasi para BUMN untuk melakukan vaksinasi COVID-19. Mulai dari pembelian, produksi, distribusi hingga proses vaksinasinya.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan proses vaksinasi COVID-19 sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019.

"Memang di tahap 1 ini kenapa Perpres 99 sendiri mengkonsolidasikan semua di bawah Kemenkes, baik keputusan jenis vaksin, distibsusi dan harga. Nah kebetulan Kemenkes meminta kami untuk yang vaksin mandiri," ucapnya dalam sebuah webinar, Selasa (1/12/2020).

Erick Thohir mengakui muncul pertanyaan apakah swasta boleh ikut mengimpor vaksin COVID-19? Dia menegaskan saat ini pemerintah lebih memilih cari aman dalam pengadaan vaksin dari wabah yang telah memporak-porandakan ekonomi maupun sosial.

Tujuannya untuk menghindari munculnya kebingungan dalam jika banyak pihak yang melakukan impor vaksin.

"Mungkin ada pertanyaan juga apakah mungkin swasta bisa impor vaksin (COVID-19) sendiri. Nah kebetulan pemerintah mengambil posisi hari ini aman. Karena kalau terlalu banyak distribusi yang tidak terkontrol, ditakutkan nanti saat vaksinasi terjadi kebingungan berbagai macam merek vaksin, harganya juga berbeda-beda," terang Erick Thohir.

Selanjutnya
Halaman
1 2