BUMN Pupuk Mau Bangun Pabrik Petrokimia di Indonesia Timur

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 13:50 WIB
pupuk subsidi dijual mahal
Foto: Chuk S Widarsha
Jakarta -

PT Pupuk Indonesia (Persero) akan membangun dua pabrik petrokimia baru di Indonesia Timur. Kedua pabrik itu akan dibangun di Kepulauan Yamdena, Maluku dan Bintuni, Papua Barat. Tujuan pembangunan dua pabrik ini untuk memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah timur tanah air.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Ahmad Bakir Pasaman mengatakan, pembangunan pabrik petrokimia di Kepulauan Yamdena sudah bekerja sama dengan Inpex.

"Kami sudah tandatangan MoU sama Inpex," kata Ahmad dalam acara 2020 International Convention on Indonesia Upstream Oil and Gas yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (3/12/2020).

Pembangunan pabrik Pupuk di Kepulauan Yamdena, Maluku juga karena bagian dan program pengembangan Blok Masela. Adapun utilisasi gas diperkirakan mencapai 150 mmscfd. Diharapkan dalam waktu dekat pemanfaatan gasnya dengan harga yang baru.

"Kita mau bikin co production amoniak dan metanol. Itu bisa dibangun dalam satu upgrade," jelasnya.

Sementara untuk pabrik petrokimia yang berada di Bintuni, Ahmad mengaku pihaknya masih bernegosiasi dengan pihak Genting Oil selaku supplier gas.
"Kami sedang nego harga karena itu kan ada capex yang harus di-manage," katanya.

Di Kepulauan Yamdena, pabrik yang dibangun akan memproduksi amoniak sebesar 250 ton per hari dan metanol sebanyak 1.000 ton per hari.

Sementara di Bintuni pabrik yang akan dibangun dengan kapasitas produksi amoniak sebanyak 2.000 ton, kapasitas produksi metanol sebanyak 3.000 ton, dan pabrik Urea kapasitasnya sebanyak 2.500 ton.

(fdl/fdl)