Sudah Kantongi Izin Vaksin Corona, BioNTech Kejar Produksi 1,3 M Dosis

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 13 Des 2020 19:31 WIB
Setelah Moderna, Pfizer-BioNTech Ajukan Izin Vaksin Corona ke Regulator Eropa
Vaksin Corona (Foto: DW (News))
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sudah menerbitkan izin edar darurat untuk vaksin Corona (COVID-19) Pfizer. Produsen produk farmasi terbesar AS, bersama mitra kerjanya BioNTech mengejar produksi vaksin yang lebih banyak lagi.

Dilansir dari Reuters, Minggu (13/12/2020), CEO BioNTech Ugur Sahin mengatakan, perusahaannya menargetkan untuk produksi vaksin Corona yang dikembangkan bersama Pfizer sebanyak 1,3 miliar dosis di tahun 2021.

"Rencana dasarnya adalah 1,3 miliar dosis," kata Sahin.

Ia mengaku, setelah mengantongi izin edar vaksin Corona dari FDA, BioNTech menemui tantangan baru yakni menggenjot produksi. Pasalnya, usai izin edar FDA terbit, permintaan vaksin melonjak drastis.

"Kami perlu memecahkan tantangan bagi sektor manufaktur. Sangat jelas bahwa dibutuhkan lebih banyak dosis. Dan kami menerima banyak pertanyaan, bagaimana caranya untuk memproduksi lebih banyak vaksin," ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi vaksin Corona, pihaknya akan mempercepat distribusi bahan baku yang dibeli dari Novartis AG, di Marburg Jerman dalam waktu dekat.

"Dan kami sedang mengerjakan rencana yang diperpanjang. Saya tidak dapat memberitahu sekarang bagaimana cara kami meningkatkan produksi, tetapi kami akan mencoba melakukannya sebaik mungkin," ujarnya."

Pemerintah AS sendiri sudah memesan 100 juta dosis vaksin (yang membutuhkan penyuntikan dua kali), namun rencananya permintaan itu akan diperbanyak.

Sementara itu, menurut salah satu petinggi Pfizer sekaligus mantan komisaris FDA Scott Gottlieb mengatakan, pihaknya telah menawarkan kepada pemerintah AS lebih banyak dosis vaksin. Namun, menurut keterangannya, pemerintah AS menolak.

Saat ini, sejumlah pasien Corona yang sudah melakukan vaksinasi pertama menunjukkan hasil yang sangat baik setelah 12 hari penyuntikan. Sahin sendiri yang mengetahui hasil tersebut cukup terkejut.

"Pada penyuntikan kedua, penambahan kekebalan akan lebih signifikan," imbuhnya.

Saat ini, pihaknya belum memutuskan apakah akan mengevaluasi dosis vaksin yang membutuhkan dua kali penyuntikan pada dosis tunggal.

"Ini akan menjadi diskusi yang pasti akan kami lakukan dengan mitra kami Pfizer," katanya.

Di sisi lain, dengan izin edar vaksin Corona di AS telah terbit, ia berharap European Medicines Agency juga akan segera mengikuti jejak FDA. Sehingga, pihaknya juga bisa mengedarkan vaksin di negara-negara Eropa pada awal 2021.

(dna/dna)