Para pelaku usaha yang tergabung dalam Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR) mendesak pemerintah untuk segera memberikan izin importasi gula rafinasi.
Ketua Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR) Dwiatmoko Setiono mengatakan saat ini kebutuhan gula rafinasi oleh pabrik-pabrik makanan dan minuman semakin mendesak karena pasokannya sudah makin menipis.
Ia berharap, rencana pemberian izin pelaku usaha industri makanan dan minuman (Mamin) melakukan impor gula rafinasi secara mandiri bisa direalisasikan. Hingga kini, rencana tersebut belum terealisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu isu dari Menteri Luhut Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Dari desas-desus rakornas. Itu bagus, kalau itu. Itu belum pelaksanaannya," tutur dia saat berbincang via sambungan telpon Rabu (16/12/2020).
Memang, pada 5 Oktober 2020 silam, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan. pemerintah akan memberikan langsung izin impor gula rafinasi kepada industri yang membutuhkan bahan baku garam dan gula. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pihak perantara yang melakukan impor gula dan garam untuk industri.
Hal itu sudah menjadi keputusan dalam rapat terbatas hari kala itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran menteri lainnya.
Ia mengaku, izin impor ini memang perlu diperluas untuk menjamin kepastian pasokan gula di dalam negeri khususnya untuk kebutuhan produksi pabrik makanan dan minuman di dalam negeri.
Terganggunya pasokan gula, lanjut dia, bisa mempengaruhi harga jual makanan dan minuman yang diproduksi pabrik-pabrik mamin dalam negeri.
Kondisi ini, lanjut dia, bisa berbahaya bagi kinerja penjualan pabrik itu sendiri mengingat rendahnya daya beli masyarakat saat ini yang terimbas karena penurunan ekonomi akibat tekanan pandemi virus Corona.
"Sehingga sekarang sudah ada kecenderungan untuk menaikkan harga. Kasihan itu industri IKM dan UKM," sembung dia.
Ia pun mengatakan, kekhawatiran adanya rembesan gula rafinasi yang diimpor sebenarnya bisa dihindari. Tinggal memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang diberi izin impor gula rafinasi.
"Kalau bocor atau nggak, kan tergantung. Masalahnya diatur bagaimana seimbang," tutur dia.
(dna/dna)