Respons Lengkap Bos HM Sampoerna soal Cukai Rokok Naik

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 23:12 WIB
Pemerintah telah mewajibkan pencantuman peringatan kesehatan berbentuk gambar sejak tanggal 24 Juni 2014. Sejumlah kecil produsen rokok diantaranya Sampoerna, Djarum dan JTI, mulai menerapkan peraturan Menteri Kesehatan dan BPOM, Senin (23/6) dengan mengganti kemasan produk mereka.
Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), Mindaugas Trumpaitis merespons kenaikan cukai rokok yang berlaku Februari 2021. Mindaugas menilai industri rokok masih tertekan gara-gara pandemi COVID-19 serta imbas kenaikan tarif cukai selama 10 tahun terakhir.

Namun, menurut Mindaugas, kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai telah mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memutuskan untuk menetapkan kebijakan tersebut.

"Sehubungan dengan kebijakan cukai tahun 2021 yang telah diumumkan, kami sangat mengapresiasi keputusan Pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai bagi segmen SKT yang merupakan segmen padat karya untuk melindungi para pekerja," kata Mindaugas, dalam keterangan resmi yang diperoleh CNBC Indonesia, Kamis (17/12/2020).

Mindaugas menjelaskan pada segmen sigaret mesin (SKM dan SPM), Sampoerna akan mengantisipasi tantangan di tahun mendatang karena kenaikan tarif cukai pada kedua segmen ini jauh di atas tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi, masing-masing sebesar 16,9% dan 18,4% untuk SKM Golongan 1 dan SPM Golongan 1.

Terutama, terkait tren perpindahan pembelian (downtrading) dari segmen rokok dengan tarif cukai yang lebih tinggi dari Golongan 1 ke tarif cukai lebih rendah di Golongan 2 dan 3.

"Sampoerna tetap berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional dengan melakukan berbagai inisiatif yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, dan masyarakat luas," kata Mindaugas.


KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(hns/hns)