Start Up Mobil Listrik Alibaba Dapat Kredit Rp 28 T dari Bank BUMN China

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 19:15 WIB
Otographics Mobil Listrik
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Bank BUMN China meningkatkan dukungannya kepada beberapa perusahaan mobil listrik di negara tersebut. Salah satu yang mendapatkan dukungan afalah Xpeng.

Melansir CNBC, Selasa (12/1/2021), perusahaan yang berada di bawah naungan Alibaba itu baru saja mendapatkan jatah kucuran kredit hingga 12,8 miliar yuan (US$ 1,98 miliar) atau setara Rp 28,1 triliun (kurs Rp 14.200).

Kucuran kredit itu berasal dari berbagai bank utama di China termasuk 3 bank milik negara yakni Bank of China, China Construction Bank dan Agricultural Bank of China.

Dua dari bank yang sama berpartisipasi secara langsung atau tidak langsung dalam perjanjian untuk meminjamkan hingga 11,25 miliar yuan kepada Tesla pada akhir 2019. Pinjaman itu untuk pengembangan pabriknya di Shanghai.

Pada Juli 2020, 4 bank dari 5 bank terbesar di China juga memberikan kredit 10,4 miliar yuan kepada Nio untuk operasi start-up China yang berbasis di kota Hefei dekat Shanghai. Keempat bank itu yakni China Construction Bank, Industrial and Commercial Bank of China, Bank of China dan Agricultural Bank of China.

Dalam sistem yang didominasi negara China, bank lebih memilih untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan milik negara. Hal itu tentu mempersulit perusahaan swasta untuk mendapatkan pembiayaan, kecuali jika mereka dapat meyakinkan bank-bank milik negara akan kemampuan mereka untuk mengembalikan pinjaman.

Pengumuman batas kredit Xpeng datang setelah perusahaan mengumpulkan lebih dari US$ 4 miliar tahun lalu dalam penawaran umum perdana di Bursa Efek New York pada bulan Agustus dan penawaran lanjutan pada bulan Desember.

Saham perusahaan pun telah melonjak lebih dari 195% sejak IPO.

Xpeng sendiri menyatakan mulai membangun pabrik kedua pada November. Perusahaan tersebut mengatakan telah membuka 116 cabang ritel dan 50 pusat layanan, pada 30 September.

Xpeng juga pernah mengungkapkan akan berinvestasi dalam pengembangan kendaraan terbang.

Tahun lalu perusahaan telah mengirimkan 27.041 unit kendaraan untuk dijual. Separuhnya merupakan mobil listrik sedan P7 terbaru yang mulai melakukan penjualan massal pada akhir Juni 2020.

Perusahaan menambahkan telah mengirimkan 100 unit SUV G3 ke pelanggan di Norwegia pada bulan Desember.

(das/dna)