Bio Farma Dapat Izin Produksi 250 Juta Vaksin Corona Pada Maret 2021

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 15:34 WIB
Vaksin COVID-19 produksi Sinovac yang dikirim dari PT Bio Farma Jawa Barat tiba di Kantor Dinas Kesehatan Jatim, Senin (4/1/2021). Kendaraan pengangkut vaksin tuba dengan dikawal mobil barracuda milik kepolisian.
Foto: Amir Baihaqi
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan PT Bio Farma (Persero) segera mendapatkan sertifikat untuk memproduksi 250 juta vaksin virus Corona (COVID-19).

Izin tersebut dikeluarkan oleh Badan POM (BPOM). Tahap pertama, Bio Farma sudah mendapatkan sertifikasi untuk memproduksi 100 juta vaksin.

"Kita juga tidak menutup mata kerja sama dengan BPOM, apapun produksi yang kita lakukan harus juga standar Indonesia. Alhamdulillah kita sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM untuk 100 juta pertama," kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (20/1/2021).

Lalu sertifikat untuk memproduksi 150 juta vaksin berikutnya akan dikeluarkan pada Maret ini. Dengan demikian totalnya menjadi 250 juta.

"Untuk 150 juta berikutnya kita harapkan nanti di kloter Maret 2021 kita mendapatkan sertifikat tambahan dari BPOM, sehingga 250 juta kapasitas untuk vaksin yang diproduksi Bio Farma sudah mempunyai sertifikat," paparnya.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu menerangkan nantinya 250 juta vaksin yang diproduksi Bio Farma diberikan untuk 125 juta penduduk Indonesia.

"Jadi, kalau 250 juta buat 125 juta orang kalau (disuntikkan) 2 kali. Dan tadi teknologinya sudah ditingkatkan, kalau yang tadinya hanya virus yang dimatikan, sekarang juga teknologi baru sudah bisa dilakukan secara bertahap di Bio Farma," tambahnya.

(zlf/zlf)