100 Ribu Pekerja Industri Baja Terancam PHK Massal

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 07:30 WIB
PT Steel Pipe Industry of Indonesia di Karawang Jawa Barat, Selasa (17/11/2015). Pabrik Spindo Karawang ini menghasilkan pipa baja untuk mendukung industri otomotif, infrastruktur, furniture, properti hingga industri minyak dan gas dengan menggunakan mesin baru yang dapat menghasilkan 4800 ton pipa baja dalam sebulan dari yang biasanya hanya bisa memproduksi 3500 ton. Sedangkan penjualannya hingga akhir Oktober 2015 ini sudah mencapai 313.924 ton dan akan terus bertambah hingga akhir Desember 2015 sebesar 80.000 ton. Rachman Haryanto/detikcom.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Industri baja dalam negeri terus dibanjiri baja impor dari China. Hal itu membuat pekerja di dalamnya terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) karena tempatnya bekerja terancam gulung tikar akibat kalah saing.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan hal itu bisa terjadi karena produksi baja dalam negeri terus menurun. Hal itu membuat 100.000 pekerja di industri tersebut merasa terancam karena mereka bisa semakin menderita di tengah pandemi COVID-19.

"Baja impor terutama dari China dijual sangat murah di Indonesia. Jika dibiarkan, industri baja nasional akan bangkrut dan 100 ribu karyawan terancam PHK massal," kata Said dalam konferensi pers virtual, Kamis (21/1/2021).

Mengenai maraknya baja impor, Said mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir tahun 2019 besi dan baja menempati posisi ketiga komoditas impor nonmigas yang masuk ke Indonesia. Nilainya mencapai US$ 7,63 miliar atau senilai Rp 106,8 triliun.

Dia yakin pemerintah akan berpihak pada industri baja dalam negeri, termasuk untuk menyelamatkan sekitar 100 ribu karyawan dari PHK. Terlebih saat ini banyak regulasi yang dibuat sebagai relaksasi, khususnya saat pandemi COVID-19.

"Pemerintah harus berani mengambil sikap dan terobosan untuk membantu agar industri dalam negeri tetap bertahan. Jangan lupa, di balik industri terhadap tenaga kerja yang akan menjerit jika di-PHK," lanjut dia.

Apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan 100 ribu karyawan itu dari PHK? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2