Terpopuler Sepekan

Syarat buat Para Pengusaha yang Inginkan Vaksinasi Mandiri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 12:15 WIB
Virus Corona Mutasi Bisa Infeksi Pasien Sembuh dan Penerima Vaksinasi?
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Para pengusaha sempat mengusulkan vaksinasi mandiri untuk pegawai di perusahaan mereka. Hal ini demi mempercepat gerak roda perekonomian nasional.

Gayung bersambut, pemerintah memberikan lampu hijau untuk perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi mandiri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan ada sejumlah hal yang harus diingat oleh para pengusaha sebelum melakukan vaksinasi mandiri.

Budi menyebutkan ada banyak konglomerat dan CEO yang mengirimkan pesan ke dirinya untuk menanyakan terkait vaksinasi mandiri.

"Saya terima banyak WA dari para CEO, para konglomerat-konglomerat yang dulu jadi nasabah saya, mengenai vaksinasi mandiri," ucapnya.

Pertama, vaksinasi bersifat sosialis bukan individualis. Vaksin menurutnya berfungsi bukan untuk melindungi diri sendiri, tapi melindungi, keluarga, tetangga dan masyarakat luas pada umumnya.

"Sehebat apapun negara beli vaksin kalau orang lain di sekitar negaranya tidak divaksin dan tidak dibantu akan percuma. Karena kan ada pergerakan orang juga, jadi ada kemungkinan penularan tetap ada," tuturnya.

Kedua, pemerintah dalam pengadaan vaksin berupaya melakukan dengan secepat-cepatnya dan semurah-murahnya untuk menjaga keuangan negara. Sehingga negara bisa mendapatkan vaksin COVID-19 sesuai kebutuhan dan menjangkau luas untuk mencapai herd immunity sebesar 70% dari populasi atau sekitar 187 juta orang.

Ketiga, lanjut Budi, vaksinasi akan diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia secara gratis. Oleh karena itu dia berpesan kepada para konglomerat jangan sampai vaksinasi mandiri justru hanya membuat golongan kaya yang dapat lebih dulu.

"Jadi kalau teman-teman ada yang ingin membantu, boleh, tapi harus dipahami 3 hal itu. Satu ini sesuatu yang sifatnya harus terjadi di semua rakyat, nggak boleh sekelompok saja, karena nggak ada gunanya juga. Kedua vaksin ini diberikan seluas mungkin tanpa terbatas golongan tertentu, jangan sampai didahulukan golongan tertentu dulu. Ketiga tolong dipastikan ini haknya masyarakat untuk diberikan secara gratis," terangnya.

(kil/eds)