Tesla Segera Teken Kontrak Investasi Baterai Listrik di RI

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 17:29 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan 2 produsen baterai listrik raksasa dunia bakal berinvestasi di Indonesia.

Mereka adalah perusahaan Tesla milik Elon Musk dan BASF asal Jerman. Mereka akan menyusul Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) asal China dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan.

"CATL sudah tanda tangan US$ 5,2 miliar. Kemudian LG US$ 9,8 miliar. Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF sama Tesla. Insyaallah kalau 4-4 ini sudah jalan maka dunia akan mulai merasakan kehadiran Indonesia dalam rangka kontribusinya terhadap energi baru terbarukan khususnya untuk mobil listrik," kata dia dalam konferensi pers virtual, Senin (25/1/2021).

Dia menjelaskan bahwa masuknya investasi-investasi besar seperti Tesla di Indonesia menunjukkan persepsi dunia terhadap Indonesia mulai bagus.

"Persepsi global pun sudah mulai bagus. Persepsi global ini terjadi dengan beberapa investasi-investasi besar yang mulai cenderung untuk masuk ke Indonesia," paparnya.

Bahlil meyakini tantangan investasi di 2021 lebih ringan dibandingkan 2020 sekalipun masih dalam situasi yang sama, yaitu pandemi virus Corona (COVID-19).

"Pertama adalah kita sudah mendapatkan vaksinasi. Proses vaksinasi sudah berjalan. Undang-undang Cipta Kerja juga sudah mulai kita implementasikan. Dua poin ini menurut saya cukup membuat kita optimis dalam rangka realisasi investasi kita di 2021 lebih baik," tambahnya.

(toy/eds)