Holding Baterai Ditargetkan Rampung Semester-I Tahun Ini

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2021 20:15 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Holding baterai baterai kendaraan listrik (Indonesia Holding Battery/IBH) akan segera dibentuk. Hal itu untuk memenuhi keinginan pemerintah yang mau mengembangkan industri baterai electronic vehicle (EV) di Indonesia dari hulu sampai hilir.

Holding baterai kendaraan listrik akan berisi 4 perusahaan BUMN raksasa yakni MIND ID atau PT Inalum (Persero) selaku Holding BUMN Pertambangan, PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Pembentukan holding itu direncanakan akan terealisasi pada Semester I-2021 ini.

"Kami harap pembentukan IBH bisa dibentuk di Semester I tahun ini. Sudah ada diskusi empat badan usaha itu, juga sudah ada diskusi awal dengan para calon mitra, timeline Semester I tahun ini," kata Wakil Menteri BUMN, Pahala Mansury dalam webinar 'EV Battery: Masa Depan Ekonomi Indonesia', dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (02/02/2021).

Pahala mengatakan holding baterai mobil listrik ini akan menjadi satu perusahaan yang bisa melakukan kerja sama dengan para calon mitra potensial seperti dari China, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS), dan negara Eropa.

"Jadi satu perusahaan yang bisa melakukan penandatanganan kerja sama joint venture (JV) dengan para calon mitra," jelas Pahala.

Menurutnya, rantai pasok dari industri baterai ini sangat panjang mulai dari pertambangan, smelter, pembuatan pabrik prekursor, dan lainnya. Di sisi hulu ada MIND ID dan Antam, sedangkan di hilir ada Pertamina dan PLN.

"Memang 3-4 negara-negara ini para pemain global bisa bawa uang, bawa teknologi, dan bawa pasar, sehingga apa yang diproduksi di masing-masing bagian dari value chain produk EV maupun baterai kita kerjasamakan," terang Pahala.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA

(aid/hns)