RI Bakal Punya Basecamp Startup di Batam

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 17:05 WIB
Arsitek Belanda Julius Taminiau mendesain ulang berkotak-kotak kontainer pengiriman untuk dijadikan tempat bekerja bagi para startup.
Foto: Istimewa/Inhabitat
Jakarta -

Indonesia akan memiliki kawasan ekonomi digital atau kota digital di Batam, Kepulauan Riau. Kota digital itu masih dalam proses pembangunan oleh Citramas Group dan Sinar Mas Land, yang bernama Nongsa D-Town. Kota tersebut memiliki luas 62 hektare (Ha) yang tentunya sangat cocok untuk menjadi basecamp para pelaku Startup Tanah Air!

Nongsa D-Town ini juga akan menjadi jembatan digital antara Indonesia dengan Singapura, dan rencananya akan menyerap 8.000 tenaga digital. Pasalnya, di dalam kota digital itu akan dibangun perkantoran, pusat perbelanjaan dan gaya hidup, pusat pelatihan digital, hotel, dan co-working/co-living spaces.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kehadiran kota digital Nongsa D-Town ini sejalan dengan rencana pemerintah Percepatan Pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjungpinang (BBKT). Di BBKT sendiri, pemerintah menargetkan investasi tahunan sebesar Rp 75 triliun.

"Pengembangan industri digital di Batam sejalan dengan strategi pengembangan tematik untuk Batam sesuai dengan masterplan pengembangan akselerasi wilayah Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang untuk mencapai target pertumbuhan 5,8% pada 2020-2025," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual peluncuran Nongsa D-Town, Selasa (2/3/2021).

Dari angka itu, pemerintah menargetkan proporsi investasinya lebih besar di wilayah Batam. "Wilayah Batam, Bintan, Karimun akan membutuhkan investasi tahunan rata-rata sebesar Rp 75 triliun diantara wilayah lainnya, Batam akan memiliki peran yang signifikan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan total investasi di wilayah tersebut," urainya.

Pemerintah juga berencana membangun pusat data di Batam. Selain itu, letak Batam yang dekat dengan Singapura diharapkan dapat mengarahkan pengembangan industri digital di Batam, dan juga kota-kota lain.

"Batam punya kelebihan geografis, yakni sangat dekat dengan Singapura dan bisa menjadi jembatan digital untuk menghubungi Singapuraa ke kota lain yang sedang berkembang di Indonesia," imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Chan Chun Sing mengatakan, kehadiran Nongsa D-Town akan membuka peluang para pelaku teknologi kedua negara berkolaborasi.

"Hal ini memungkinkan kedua negara untuk mengembangkan pusat teknologi mereka yang saling menguntungkan dan mereka dapat mempelajari kebutuhan konsumen dan bisnis digital di masa depan dan seterusnya," tutur Chan.



Simak Video "Lobster, Si Udang Raksasa dengan Citarasa Nikmat, Batam"
[Gambas:Video 20detik]
(vdl/dna)