Bukan Pabrik Mobil Listrik, Tesla Mau Bangun Ini di Indonesia

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Selasa, 09 Mar 2021 06:45 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Pembicaraan investasi Tesla ke Indonesia masih berlanjut. Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) menegaskan bahwa proyek yang diincar Tesla bukan untuk membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Maka dari itu, meski dikabarkan Tesla membangun pabrik mobil di India, bukan berarti lobi-lobi investasi pemerintah ke Tesla telah berakhir.

Deputi Investasi & Pertambangan Kemenkomarves Septian Hario Seto menegaskan pemerintah masih melakukan pembicaraan mendalam dengan Tesla soal potensi investasi di Indonesia.

"Saya klarifikasi yang Tesla ini kami masih bicara, cuma nggak bisa detil. Cuma kita itu nggak pernah bicara soal pabrik mobil dengan mereka," ujar Seto dalam webinar Future Energy Tech and Innovation Forum 2021, Senin (8/3/2021).

Justru, menurut Seto, Tesla saat ini mengincar investasi di sektor Energy Storage System (ESS) atau sistem penyimpanan energi. Apalagi mereka sudah sukses membangun hal tersebut di Australia.

"Mereka sukses di Australia, dan mereka terus terang tawarkan opsi-opsi ke Indonesia. Seperti inilah satu diskusi kami dengan Tesla," ujar Seto.

Dalam catatan detikcom, ESS adalah alat yang bekerja seperti 'power bank' yang menyimpan listrik dengan skala besar hingga ratusan mega watt (MW) dan bisa sebagai stabilisator atau untuk pengganti pembangkit peaker (penopang beban puncak).

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari India, Tesla disebut-sebut akan membangun pabrik mobil listrik di sana. Di waktu yang sama, pemerintah melalui Kemenkomarves sedang melakukan lobi dengan Tesla untuk melakukan investasi di Indonesia.

Sontak kabar pembuatan pabrik mobil listrik di India membuat kaget dan mengisyaratkan bahwa perundingan pemerintah untuk mendapatkan investasi Tesla telah gagal. Namun ditegaskan hari ini, investasi Tesla ke Indonesia tidak dalam pembangunan pabrik mobil listrik.

Meski begitu, Indonesia tetap mencari pabrikan kendaraan listrik lain untuk investasi di tanah air. Siapa saja yang didekati?

Pemerintah tampaknya sedang gencar melakukan pendekatan ke berbagai perusahaan kendaraan listrik di dunia. Salah satu yang sekarang sedang didekati adalah Volkswagen (VW).

Volkswagen sendiri merupakan pabrikan otomotif yang berlokasi di Jerman. Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, saat ini komunikasi sedang dilakukan dengan VW. Bersamaan juga dengan PDKT yang dilakukan kepada Tesla dari Amerika Serikat (AS) dan BASF yang juga berasal dari Jerman.

"BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi. Kemudian juga adalah VW itu juga dalam proses komunikasi," kata Bahlil dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, kemarin Rabu (3/3/2021).

Ada dua produsen yang sudah lebih dulu berinvestasi di Indonesia, yaitu Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China senilai US$ 5,1 miliar, dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel) senilai US$ 9,8 miliar.

Pemerintah pun mengobral kemudahan berusaha dan segudang insentif bagi perusahaan yang mau berinvestasi di Indonesia.

"Jadi, sekarang investor masuk, datang ke BKPM, yang menyangkut dengan industri strategis kita akan kasih insentif fiskal, kita kasih tax holiday, kita kasih masterlist, kita urus perizinannya dengan tema silakan investor bawa modal, bawa teknologi, sebagian pasar bawa, nanti perizinannya nanti pemerintah lewat BKPM akan mengurus," jelas Bahlil.

Simak juga video 'Erick Thohir Minta 3 BUMN Bikin Baterai Mobil Listrik tahun 2023':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)