Terpopuler Sepekan

Kirain Mobil Listrik, Ternyata Tesla Mau Bangun Ini di RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 13 Mar 2021 16:30 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Foto: AP

Sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari India, Tesla disebut-sebut akan membangun pabrik mobil listrik di sana. Di waktu yang sama, pemerintah melalui Kemenkomarves sedang melakukan lobi dengan Tesla untuk melakukan investasi di Indonesia.

Sontak kabar pembuatan pabrik mobil listrik di India membuat kaget dan mengisyaratkan bahwa perundingan pemerintah untuk mendapatkan investasi Tesla telah gagal. Namun ditegaskan hari ini, investasi Tesla ke Indonesia tidak dalam pembangunan pabrik mobil listrik.

Meski begitu, Indonesia tetap mencari pabrikan kendaraan listrik lain untuk investasi di tanah air. Siapa saja yang didekati?

Pemerintah tampaknya sedang gencar melakukan pendekatan ke berbagai perusahaan kendaraan listrik di dunia. Salah satu yang sekarang sedang didekati adalah Volkswagen (VW).

Volkswagen sendiri merupakan pabrikan otomotif yang berlokasi di Jerman. Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, saat ini komunikasi sedang dilakukan dengan VW. Bersamaan juga dengan PDKT yang dilakukan kepada Tesla dari Amerika Serikat (AS) dan BASF yang juga berasal dari Jerman.

"BASF dalam proses komunikasi, Tesla dalam proses komunikasi. Kemudian juga adalah VW itu juga dalam proses komunikasi," kata Bahlil dalam webinar MNC Group Investor Forum 2021, kemarin Rabu (3/3/2021).

Ada dua produsen yang sudah lebih dulu berinvestasi di Indonesia, yaitu Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China senilai US$ 5,1 miliar, dan LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel) senilai US$ 9,8 miliar.

Pemerintah pun mengobral kemudahan berusaha dan segudang insentif bagi perusahaan yang mau berinvestasi di Indonesia.

"Jadi, sekarang investor masuk, datang ke BKPM, yang menyangkut dengan industri strategis kita akan kasih insentif fiskal, kita kasih tax holiday, kita kasih masterlist, kita urus perizinannya dengan tema silakan investor bawa modal, bawa teknologi, sebagian pasar bawa, nanti perizinannya nanti pemerintah lewat BKPM akan mengurus," jelas Bahlil.


(hek/fdl)