Target Swasembada 2025, RI Masih Impor Garam 2,6 Juta Ton Setahun

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 07:45 WIB
Sejumlah pekerja PT Lumbung Jaya International (LJI), dengan truk  mengangkut garam di Pelabuhan Pelindo, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (27/3/2020). Saat ini, Pemerintah tengah mengkaji  garam untuk menjadi komoditas strategis dan prioritas no.1 di Indonesia, yang dibutuhkan 400 jenis industri, dan menargetkan produksi sebesar 3 juta ton pada tahun 2020, serta menjadikan Indonesia swasembada garam. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/ama.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Jakarta -

Indonesia menargetkan swasembada garam pada 2025. Namun hal itu hanya sebatas wacana sampai saat ini, karena nyatanya impor garam masih terus dilakukan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (15/3/2021), realisasi impor garam Indonesia sepanjang 2020 mencapai 2,61 juta ton dengan nilai mencapai US$ 94,55 juta. Secara volume kebutuhan itu meningkat dibanding realisasi impor pada 2019.

Pada 2019, secara volume impor garam Indonesia mencapai 2,59 juta ton dengan nilai US$ 95,52 juta. Pada 2018 adalah yang tertinggi yakni mencapai 2,84 juta ton atau senilai dengan US$ 90,65 juta.

Sepanjang Januari-Februari 2021 ini saja, Indonesia tercatat masih melakukan impor garam dengan volume mencapai 80,2 ribu ton atau setara dengan US$ 2,61 juta. Realisasi tersebut lebih besar dibandingkan dengan realisasi impor Januari-Februari 2020 yang mencapai 123,76 ribu ton.

Negara langganan Indonesia untuk impor garam adalah Australia, Tiongkok, India, Thailand, dan Selandia Baru.

Lalu, bisakah Indonesia terbebas dari impor garam?

Simak video 'Petani Garam Kebumen Bisa Produksi 7,2 Ton':

[Gambas:Video 20detik]