Tanpa Meringis! Tes Corona Saliva Tinggal Meludah, Harga Rp 400 Ribuan

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 06:16 WIB
Tes Saliva Pertama di Indonesia Ada di RS National Hospital, Lebih Akurat dari Swab
Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Tes Corona di Indonesia bertambah satu lagi, kali ini melalui Saliva atau ludah. Tes dengan metode itu dikembangkan PT Kalbe Farma Tbk dengan nama InnoLAMP.

Direktur PT Innolab Sains Internasional (KALGen Innolab), Henry Sukardi mengatakan tarif tes Corona Saliva itu seharga Rp 488.000. Namun ada harga khusus sampai 31 Maret 2021, di mana masyarakat hanya perlu membayar Rp 400.000.

"Harganya Rp 488.000 ke pasien secara langsung. Namun untuk masa pengenalan InnoLAMP ke para pasien, maka kami memberikan biaya khusus ke masyarakat yang membutuhkan hingga 31 Maret 2021 sebesar Rp 400.000 saja," kata Henry dalam konferensi pers peluncuran tes COVID-19 melalui virtual, Jumat (19/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Kalbe Farma Tbk Sie Djohan mengatakan tes Corona Saliva ini mirip dengan tes RT-PCR. Namun penggunaannya disebut lebih nyaman karena pengambilan sampel bisa dilakukan sendiri hanya dengan meludah di tabung steril yang sudah disiapkan.

"Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan tes ini cukup sederhana. Saya rasa pada umumnya laboratorium klinik yang ada di Indonesia akan memiliki peralatan sederhana seperti ini. Pengambilan sampel relatif sederhana dan nyaman karena hanya menggunakan Saliva bisa dilakukan sendiri, tidak perlu tenaga khusus untuk pengambilan sampel ini," kata Djohan.

Tes Corona Saliva ini merupakan tes Nucleic Acid Amplification (NAAT) COVID-19 untuk mendeteksi SARS-CoV-2 yang penggunaannya dinilai nyaman, cepat dan akurat. Air liur digunakan sebagai sumber sampel dengan menggunakan teknologi RT-LAMP, sehingga dalam penggunaannya pasien disarankan puasa selama 30 menit agar hasil yang keluar lebih akurat.

"Akurasinya sangat baik karena RT-LAMP ini menggunakan teknologi yang sama yaitu tes molekuler yang sama dengan RT-PCR yaitu didasarkan pada deteksi asam nukleat, bukan pada protein dan tes kita ini sudah divalidasi dibandingkan dengan RT-PCR, dengan akurasi yang relatif mirip," ucapnya.

Tes Corona Saliva disebut memiliki performa sensitivitas sebesar 94% dan spesifisitas sebesar 98%, dengan hasil lebih cepat dari RT-PCR yakni kurang dari 2 jam. Per hari ini alat tersebut sudah bisa digunakan karena sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bisakah hasil tes corona saliva jadi syarat bepergian? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2