Elon Musk: Tesla Akan Ditutup Jika Dipakai Mata-matai China

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 22:05 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
CEO Tesla Elon Musk/Foto: Joshua Lott/Getty Images
Jakarta -

CEO Tesla Inc Elon Musk mengatakan perusahaan akan ditutup jika mobil listrik hasil produksinya digunakan untuk memata-matai. Ini adalah komentar pertama Elon Musk merespons pemberitaan soal China melarang mobil Tesla masuk fasilitas militer di negara itu.

"Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apa pun. Jika Tesla menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di mana pun, kami akan ditutup," ujar Elon Musk dikutip dari Reuters, Sabtu (20/3/2021)

Berdasarkan sumber Reuters, militer China telah melarang mobil Tesla memasuki kompleksnya, dengan alasan kekhawatiran keamanan atas kamera yang dipasang pada kendaraan. Pembatasan tersebut muncul ketika para diplomat China dan AS mengadakan pertemuan yang kontroversial di Alaska, yang merupakan pertemuan perdanan pejabat pemerintah AS dan China seja Joe Biden menjabat pada Januari.

Sebelumnya Elon Musk mendesak AS dan China, sebagai dua raksasa ekonomi dunia, memiliki rasa percaya satu sama lain. Hal itu disampaikan Elon Musk dalam sambutannya di China Development Forum, pertemuan bisnis tingkat tinggi diselenggarakan oleh sebuah yayasan di bawah Dewan Negara.

Sementara di China, yang merupakan pasar mobil terbesar di dunia dan medan pertempuran utama untuk kendaraan listrik (EV), Tesla telah menjual 147.445 unit kendaraan tahun lalu, 30% dari total globalnya. Namun, Tesla menghadapi lebih banyak persaingan tahun ini dari rival lokal China, seperti Nio Inc hingga Geely.

(hns/hns)