Jokowi Minta Produsen Mobil cs Genjot Lowongan Kerja

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 18:00 WIB
Jokowi Buka IIMS Hybrid 2021
Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai industri otomotif sudah mulai pulih. Hal itu terlihat dari permintaan kendaraan yang meningkat signifikan.

Oleh karena itu dia meminta para pelaku industri otomotif untuk mulai membuka kembali lapangan pekerjaan baru, hingga bisa berkontribusi atas kenaikan ekspor negara.

"Keinginan saya juga segera mempekerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja dan juga ikut menggerakkan industri UMKM dan juga segera bisa menaikkan ekspor kita ke negara-negara lain ke pasar global," ucapnya saat membuka pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021, dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (15/4/2021).

Jokowi melanjutkan, memang saat ini kondisi masih dalam masa pandemi, sehingga masih perlu dijaga kewaspadaannya. Namun menurutnya perputaran roda ekonomi juga tidak boleh dilupakan.

"Gas dan rem yang selalu saya sampaikan dalam penanganan kesehatan, penanganan ekonomi harus terus kita jaga dan lakukan agar kesehatan aman, ekonomi bisa bergerak maju," tambahnya.

Menurutnya industri otomotif merupakan salah satu penggerak perekonomian karena banyak melibatkan pelaku usaha. Oleh karena itu industri otomotif merupakan salah satu industri yang menjadi prioritas untuk didorong.

"Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok juga harus terus ditingkatkan. Dan nilai tambah untuk ekonomi dalam negeri juga harus menjadi prioritas. Tentu saja yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Golnya adalah di sini," terang Jokowi.

Oleh karena itu pemerintah telah menerapkan kebijakan relaksasi pajak untuk pembelian mobil. Tujuannya untuk mendongkrak penjualan kendaraan. Menurut Jokowi kebijakan itu cukup berhasil untuk meningkatkan pembelian kendaraan.

"Tadi sebelum masuk ruangan ini, saya dapat laporan dari Menteri Perindustrian, ada kenaikan untuk purchase ordernya 190%," ucapnya.

Jokowi menilai data itu menunjukkan bahwa permintaan kendaraan jauh lebih tinggi dari kapasitas produksi. Sehingga pembelian harus inden dan produsen otomotif sudah kewalahan pembelian yang tinggi.

"Artinya harus inden, artinya yang memproduksi ini kewalahan. Artinya lagi industri otomotif sudah bangkit kembali," tuturnya.

(das/hns)