Bisnis Huawei Melempem Gegara Sanksi AS, Pendapatan Anjlok 16,5%

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 22:48 WIB
LAS VEGAS, NV - JANUARY 09:  The Huawei logo is display during CES 2018 at the Las Vegas Convention Center on January 9, 2018 in Las Vegas, Nevada. CES, the worlds largest annual consumer technology trade show, runs through January 12 and features about 3,900 exhibitors showing off their latest products and services to more than 170,000 attendees.  (Photo by David Becker/Getty Images)
Foto: David Becker/Getty Images
Jakarta -

Kinerja raksasa teknologi China, Huawei kurang baik pada kuartal I tahun ini. Pendapatan perusahaan anjlok karena sanksi Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC, Rabu (28/4/2021), pendapatan Huawei turun 16,5% yoy menjadi 152,2 miliar yuan (US$ 23,5 miliar) atau sekitar Rp 340,75 triliun (asumsi kurs Rp 14.500) pada kuartal I. Dengan begitu, pendapatan perusahaan dua kuartal berturut-turut mengalami penurunan.

Kinerja perusahaan terpukul dari sisi consumer business yang mencakup smarphone dan perangkat lain. Huawei belum dapat mengirim ponselnya dengan sistem operasi Android yang berlisensi Google sejak berpisah pada 2019.

Pengiriman smartphone Huawei anjlok sampai 41% pada kuartal keempat tahun 2020.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2019 Huawei masuk daftar hitam perdagangan AS yang membatasi perusahaan AS untuk mengekspor teknologi entitas asing tertentu. Tahun 2020, AS memutuskan untuk menghentikan pasokan chip yang dibutuhkan untuk smartphone-nya.

"2021 akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi kami, tetapi ini juga merupakan tahun di mana strategi pengembangan masa depan kami akan mulai terbentuk," kata chairman bergilir Huawei, Eric Xu.

"Kami berterima kasih kepada pelanggan dan mitra kami atas kepercayaan mereka yang terus menerus. Apa pun tantangan yang kami hadapi, kami akan terus menjaga ketahanan bisnis kami. Tidak hanya untuk bertahan hidup, tetapi melakukannya secara berkelanjutan," sambungnya.

(acd/hns)

Tag Terpopuler